Pancasila dalam Jejak Publik

oleh -172 views
Simon Sili Gesimaking, SS

HARI ini, Sabtu (1/6/2019), seluruh masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Perayaan ini lebih dimaknai secara khusus untuk mengingat bahwa Pancasila merupakan pemersatu bangsa Indonesia, yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan karenanya telah menjadi kekayaan bangsa Indonesia.
Namun tak dapat dipungkiri, sebagai bangsa yang besar dan sangat plural, Indonesia selalu berpotensi kerawanan yang mengancam persatuan kita.
Ancaman tersebut tergambar dalam jejak-jejak publik. Banyak yang berperilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila seperti aksi terorisme dan radikalisme, hoax dan ujaran kebencian, pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia yang belum berkaeadilan, intoleran, dan hal-hal lainnya. Selain itu, ancaman dari luar berupa derasnya arus globalisasi dan masuknya ideologi asing melalui teknologi informasi.
Di sini dibutuhkan kearifan publik, yang harus terus menghidupkan dan membumikan serta mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terlebih oleh generasi milenial selaku pewaris bangsa.
Telah diingatkan jauh-jauh hari, Bung Karno berpesan agar bangsa ini ber-Tuhan dengan mengedepankan sifat toleransi dan solidaritas. Agama dijalankan dengan cara yang berkeadaban, hormat-menghormati satu sama lain.
Juga harus menghadirkan kemanusiaan yang adil dan beradab, serta dalam bingkai komitmen persatuan Indonesia di tengah perbedaan suku, agama, ras dan golongan.
Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesiademi kesejahteraan bersama.
Singkat kata, sudah 74 tahun Pancasila hadir menjaga keutuhan negeri, berdiri tegak berdaulat sebagai dasar yang kokoh, dan didukung jejak-jejak publik yang semakin kuat meski digempur pelbagai tantangan.
Kini untuk kesekian kalinya kita memperingati Hari Lahir Pancasila. Dan harus dipastikan 1 Juni bukan sekadar seremonial upacara penghormatan bendera merah putih tapi juga sekaligus mengevaluasi jejak-jejak publik yang berlindung di bawah naungan lima sila dasar negara kita. Seperti cita-cita founding fathers saat merumuskan dasar negara, mari jaga negara Indonesia agar terus berdiri kekal dan abadi. Semoga…(redaksi JPc)

Simon Sili Gesimaking, SS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *