OD-SK Kantongi SK Perindo, HT: Prestasi Sulut Dalam 4 Tahun Luar Biasa

Ketua Umum DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo bersama Olly Dondokambey diwawancarai usai penyerahan SK di kediaman HT di Jakarta.

JAKARTA, JP – Calon Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Calon Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) akhirnya secara resmi mengantongi Surat Keputusan (SK) dari DPP Partai Perindo untuk maju di Pilkada Gubernur Sulut, 9 Desember 2020.

SK DPP Perindo nomor 043-SR/DPP-Perindo/III/2020 ini diserahkan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) kepada Olly di kediamannya di Jakarta, Sabtu (08/08/2020).

“Tentunya saya sangat bersyukur, berterima kasih kepada Pak Hary sebagai Ketua Umum Partai Perindo yang dengan segenap hati mendukung saya mencalonkan kembali sebagai Gubernur Provinsi Sulawesi Utara,” kata Olly.

Menurut Ketua DPD I PDI Perjuangan Sulut ini, kepercayaan dari Perindo tak sekedar membanggakan, tapi juga merupakan suatu tanggung jawab untuk mewujudkan masyarakat Sulut yang maju.

Baca Juga  PSI Sulut Bangun Komunikasi Internal dan Eksternal Jelang Pilkada Serentak 2020

“Kami memutuskan kembali maju supaya visi misinya tuntas seluruhnya.Ke depan, masyarakat bisa melihat tugas, tanggung jawab kami sebagai gubernur betul-betul 100 persen selesai,” paparnya.

Menurut Olly, pembangunan di daerah memerlukan lompatan-lompatan. Apalagi, Sulut berada di wilayah Timur, jauh dari Jakarta.

Sememtara itu, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo yang akrab disapa HT ini mengatakan keputusan Partai Perindo memilih pasangan Olly Dondokambey-Steven Kandouw adalah untuk memastikan masyarakat Sulut bisa lebih maju ke depan.

“Track record sudah terbukti, prestasi selama 4 tahun belakangan ini luar biasa. Kami mendukung beliau untuk maju kembali memimpin Sulawesi Utara,” katanya.

Baca Juga  Dapat Bantuan, Warga dan Pedagang Optimis VAP Menang

Hary menjelaskan selama kuartal II/2020, ekonomi Sulut di bawah kepemimpinan Olly, ekonomi Sulut minus 3 persen, lebih tinggi dari perekonomian nasional yang minus 5,32 persen.

Belum lagi, lanjutnya, posisi Olly sebagai Bendum PDIP dinilai sangat strategis, memudahkan komunikasi daerah dengan pemerintah pusat.

“Pemerintah daerah kalau tidak punya network di pusat biasanya ketinggalan daerahnya. Beliau dekat dengan pemerintah pusat, sangat membantu Provinsi Sulut,” tandas Harry seraya menambahkan pengalaman Olly dalam pemerintahan dan dunia usaha. Tak diragukan lagi. (Netta)