Ajak Hadapi Polikrisis Global dengan “Ecclesia Domestica”, Tedius Batasina: Gereja KGPM Tidak Diutus Tuhan dalam Ruang Hampa dan Steril

Sebut Gereja Harus Dihidupi Mulai Dari Keluarga

Ketua Umum Pucuk Pimpinan KGPM Gembala Tedius Batasina S.Th bersama seluruh pengurus Pucuk Pimpinan KGPM Periode Pelayanan 2026-2031.

MANADO, JP – Ketua Umum (Ketum) Pucuk Pimpinan (PP) Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Gembala Tedius Kuemba Batasina S.Th., mengungkapkan bahwa tidak mudah bagi gereja pada umumnya termasuk KGPM untuk berteologi dalam konteks masyarakat modern saat ini. Pasalnya, di satu pihak gereja menyuarakan suara kenabian, tapi di pihak lain gereja terpanggil untuk mendengar suara umat jemaat dan bangsa.

Hal ini dikatakannya saat berbincang-bincang dengan wartawan jejakpublik.com, di Megamas Manado, Rabu (22/07/2026).

Karena itu, Batasina menekankan pentingnya menyadari akan hakekat panggilan gereja tetapi juga memahami realitas dan dinamika dl dunia yang berkembang. Dan juga, kata sosok hamba Tuhan yang dikenal sangat familiar ini, harus dipahami dan diimani bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan gerejanya berjalan sendiri.

Lebih jauh menurut Batasina, perlu juga dihayati bahwa gereja harus dihidupkan mulai dari konteks keluarga.

“Dan yang tak kalah pentingnya adalah gereja harus dihidupi mulai dari keluarga. Istilah kerennya Ecclesia Domestica atau gereja keluarga. Karena keluarga adalah unit terkecil di masyarakat, basis pertama dan utama pembentukan kebersamaan, harmoni, persaudaraan, saling mengharagai dan mengasihi satu dengan yang lain. Gereja harus lahir dari situ,” tegasnya.

Dikatakannya lagi, gereja tidak boleh menutup mata terhadap realitas polikrisis global yang terjadi saat ini dan juga tidak cepat bangga tentang eksistensi kehadirannya.

“Tetapi gereja harus menjadi gereja bagi orang lain dan gereja harus melihat realita polikrisis global dalam berbagai dimensi di tengah masyarakat, baik dimensi lingkungan hidup ke politik, ekonomi, sosial, budaya, keamanan,” tegasnya.

Ditambahkan Batasina yang pernah menjabat pengurus FKUB dan BKSAUA Sulut ini, gereja-gereja anggota Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) termasuk KGPM diarahkan untuk peka melihat tentang realitas polikrisis dan dinamika yang terjadi.

“Maka ada dua kata yang sering kami gaungkan dalam konteks sebagai anggota PGI, tapi juga dalam konteks ber-KGPM yakni ecclesia domestica. Dua kata ini menarik karena mengingatkan bahwa jangan sampai gereja lupa tentang keluarga sehingga basis keluarga itu menjadi penting dalam orientasi pelayanan gereja. Sebab gereja terkecil itu keluarga, maka dia harus mulai dari situ aspek pemberdayaan, aspek bagaimana berdampak, maka disebut Ecclesia Domestica,” jelasnya.

Diungkapkan hamba Tuhan yang rendah hati dan bersahaja namun berkharisma ini, gereja KGPM tidak diutus Tuhan dalam sebuah ruang yang hampa dan steril.

“Gereja KGPM diutus Tuhan dalam sebuah realitas dan dinamika yang begitu berat, dan dia harus menunjukkan kapasitas, identitas, dan jati diri bahwa dia harus keluar. Gereja harus hadir di berbagai problematika dan potret keprihatinan bangsa dan negara, termasuk semua stakeholder yang ada di bangsa ini,” paparnya.

Baca Juga  TPA Sumompo Bakal Disulap Jadi RTH dan Fasilitas Olahraga

Karena itu menurut Batasina yang pernah menjabat Ketum PP KGPM Periode Pelayanan 2006-2011 ini mengawali kepemimpinannya sebagai Ketum PP KGPM, dalam rangka menjawab panggilan maka penting bagi gereja untuk menyadari hakekat pangilannya di dunia serta juga memahami realitas dan dinamika dunia yang berkembang.

“Dan tetaplah selalu diingat dan disadari bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan gereja berjalan sendiri. Dan sekali lagi teruslah dihayati bahwa gereja harus hidup mulai dari konteks keluarga, ecclesia domestica atau gereja keluarga. Kenapa keluarga karena keluarga adalah basis utama.pembentukan kebersamaan, harmoni, persaudaraan, saling mengharagai satu dengan yang lain. Gereja harus hadir di situ,” tukas Ketua Majelis Gembala KGPM Periode Pelayanan 2011-2015.

Gubernur Sulut Mayjen (Purn) Yulius Selvanus berbicara di Sidang Raya KGPM XXXV.

TERPILIH KEMBALI DI SIDANG RAYA KGPM XXXV

Dalam perbincangan tersebut, Gembala Tedius Batasina S.Th bercerita tentang proses sampai dirinya terpilih menjadi Ketum PP KGPM. Ia mengungkapkan agenda pemilihan Pucuk Pimpinan KGPM periode pelayanan 2026-2031, dalam Sidang Raya XXXV KGPM di Sidang “Sola Gratia” Kiawa Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (03/07/2026), yang berlangsung dengan tertib, lancar dan demokratis.

Di mana berdasarkan hasil penghitungan suara, mayoritas peserta Sidang Raya memilih Batasina sebagai Ketua Umum Pucuk Pimpinan KGPM. Sementara itu, Gembala Teddy Lendo terpilih sebagai Sekretaris Umum dan Pnt. Victor Rompas sebagai Bendahara Umum.

Pada pemilihan Ketua Umum Pucuk Pimpinan KGPM, Batasina meraih suara terbanyak dengan 640 suara. Sementara pesaingnya yang berstatus incumbent yakni Ketum KGPM periode 2021-2026 Gembala Francky Londa dan Sekum KGPM Gembala James Rumagit, masing-masing meraih 500 suara dan 169 suara.

Sementara untuk jabatan Sekum PP KGPM, Gembala Teddy Lendo S.Th., meraih 386 suara, disusul Gembala James Posumah dengan 334 suara, Gembala Alex Wongkar 238 suara, Gembala Joyke Rambitan 184 suara, dan Gembala Masroni 174 suara.

Sedangkan pada pemilihan Bendum PP KGPM, Pnt. Victor Rompas unggul dengan 698 suara mengalahkan Pnt. Charles Lepar yang memperoleh 394 suara serta Pnt. Ivanry Matu dengan 211 suara.

Dan untuk jabatan Ketua Majelis Gembala KGPM, Gembala Fera Lintong M.Th., meraih suara terbanyak dengan 764 suara mengalahkan Gembala Rolly Liow yang mendapat 362 suara, Gembala Ricko Rasu dengan 90 suara, Gembala Grace Rembet dengan 55 suara dan Gembala Jorisman Gorat yang memperoleh 23 suara.

Baca Juga  Hanny Pajouw Masuk Lorong Imba, Warga Teriak Menang, HJP: Sampai Kapanpun Imba Panglima Saya

Menurut Batasina, Sidang Raya KGPM ini berlangsung selama 6 hari dari tanggal 29 Juni sampai 3 Juli 2026. Tema Sidang Raya adalah “Gereja dan Kebangsaan di tengah polikrisis global” dengan sub tema “Menghidupi kasih karunia di tengah keluarga gereja dan bangsa dalam menghadapi polikrisis”. Proses persidangan menyoroti tentang aspek gereja dan konteks kebangsaan. Para pembicara dalam Sidang Raya ini diantaranya Gubernur Sulut Mayjen (Purn) Yulius Selvanus, Firman Jaya Daeli, seorang tokoh nasional dan pakar hukum tata negara sekaligus sebagai Ketua Dewan Pembina Pusat Studi Politik dan Keamanan (Puspolkam)Indonesia dan juga politikus senior PDI Perjuangan serta Sekretaris Umum (Sekum) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) periode 2024–2029 Pendeta Darwin Darmawan.

Dalam sidang itu juga diagendakan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban oleh Pengurus PP KGPM Periode 20221-2016 hingga agenda pemilihan pengurus Pucuk Pimpinan KGPM periode pelayanan 2026-2031.

Usai terpilih Batasina menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan peserta Sidang Raya.

“Keterpilihan ini dipahami sebagai rancangan dan rencana Tuhan. Dipanggil, dipilih dan diutus merupakan hak Tuhan. Maka patutvdisyukuri. Ini merupakan panggilan pelayanan yang harus dipertangungajwabakan,” ucapnya.

Ia menegaskan amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan kerendahan hati serta mengandalkan penyertaan Tuhan dalam setiap pelayanan.

“Bagi saya menjadi Ketua Umum pucuk pimpinan KGPM bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan pelayanan untuk membangun persatuan, memperkuat kesaksian, dan melayani seluruh warga KGPM dengan kasih serta tanggung jawab,” tegas Batasina.

Hamba Tuhan dengan Visi Kebangsaan ini juga mengajak seluruh pelayan dan warga KGPM untuk menjaga semangat kebersamaan serta memperkuat kolaborasi dalam melaksanakan program-program gereja.

“Tantangan pelayanan ke depan tidak mudah namun hanya dapat dihadapi melalui persatuan, doa, dan komitmen bersama demi kemuliaan Tuhan. Tuhan pasti selalu menolong kita,” pungkas figur yang terbuka kepada semua lintas agama ini.

Adapun pengurus Pucuk Pimpinan KGPM Periode Pelayanan 2026-2031 ini resmi memasuki masa pelayanan setelah prosesi serah terima kepemimpinan dan administrasi organisasi berlangsung di Kantor Pucuk Pimpinan KGPM, Kamis (16/7/2026).

Serah terima jabatan dari Ketua Umum PP-KGPM periode 2021–2026 Gembala Francky Londa M.Th., (kanan) kepada Gembala Tedius Kuemba Batasina S.Th.

Di mana Ketua Umum PP-KGPM periode 2021–2026 Gembala Francky Londa M.Th., secara simbolik menyerahkan dokumen, administrasi serta tanggung jawab organisasi kepada Ketua Umum PP-KGPM periode 2026–2031, Gembala Tedius Kuemba Batasina S.Th., bersama jajaran pucuk pimpinan yang baru. (JPc)