MINUT, JP – Luar biasa kiprah klub Klabat XIII Jaya Sakti (KJS) dalam mendukung program PSSI Sulawesi Utara dan pemerintah daerah dalam pengembangan sepak bola di Bumi Nyiur Melambai ini, teristimewa menyangkut peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia pelatih dan pemain.
Terbukti, KJS tidak hanya ikut serta sebagai sala satu klub sepak bola Liga 4 Sulut yang cukup diperhitungkan, tapi juga managemen KJS mampu membangun pembinaan sepak bola usia dini dengan membangun sebuah Sekolah Sepak Bola (SSB) dengan nama Jaya Sakti Football Academy (JASFA) dengan managemen dan pelatih yang profesional dan berkualitas. Tak pelak, kehadiran SSB yang ber-homebase di lapangan Makodam Teling, kota Manado ini langsung diminati para orang tua. Terbukti belum setahun berdiri SSB sudah memiliki banyak pemain dari usia 6 tahun hingga 13 tahun dan langsung mengikuti kompetisi bergengsi Piala Soeratin Sulut tahun 2026.
Tak sampai di situ saja. Yang terbaru, klub ini melakukan sebuah terobosan brilian tapi langka yakni menggelar kursus pelatih sepak bola Lisensi D PSSI yang berlangsung di Inspire Academy Matungkas, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Baru kali ini di Sulut sebuah klub bisa menggelar kursus seperti ini. Apalagi managemen KJS rela merogoh kocek sendiri untuk melaksanakan kursus ini alias tanpa menggunakan dana APBD. Sebanyak 30 pelatih lokal ikut dalam kursus yang berlangsung selama 6 hari di Inspire Academy Matungkas, Kabupaten Minahasa Utara, mulai Senin (28/09/2026) sampai Sabtu (03/10/2026) ini.
Hebatnya lagi, selain menggandeng PSSI Sulut dalam menggelar kursus ini, managemen KJS menghadirkan seorang Coach Edicator yang berlisensi A Pro dan CE., demi menggembleng serta meningkatkan kuantitas dan kualitas pelatih-pelatih sepak bola di Sulut. Dia adalah Kapten Inf., Mahruzar Nasution.

Sebelum menjadi pelatih Mahruzar pernah menjadi pemain klub liga 1 Indonesia. Perwira TNI Angkatan Darat berusia 52 tahun kelahiran 5 Oktober tepat di HUT TNI ini, diketahui memulai karirnya di sepakbola sebagai pemain PPLP Sumut tahun 1990-1991. Berkat konsistensi dan keseriusannya di dunia bola, ia mendapatkan beasiswa di Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta dan ikut bergabung di Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Mahasiswa (PPLM).
Mahruzar tercatat sebagai sebagai pemain belakang potensial sehingga ia cukup mudah mendapatkan klub profesional. Klub papan atas seperti Persija Jakarta terpincut dan menjadikannya pemain pilihan utama selama enam tahun yakni 1994-2000.
Pria bertubuh besar asal Pangkalan Brandan ini diketahui juga pernah memperkuat tim Persikota dan Persita yang kalah itu dilatih oleh pelatih kawakan asal Sulut alm. Benny Selvianus Dolo(Bendol).
Selanjutnya, di tahun 2019-2020 Mahruzar bekerja sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia U-19. Di tahun 2023 ia pernah mengikuti kursus pelatih berlisensi AFC Pro di Turki, yang sudah berlangsung sejak, 17 hingga 27 Maret. Dan sejak 2018 sampai sekarang dia menjabat Direktur Teknis Asiana Soccer School dan malang melintang sebagai Coach Educator dalam memberikan materi dalam kursus kepelatihan.
“Saya pernah menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia U19, pernah menjadi pelatih kepala PSMS Medan. Sewaktu menjadi pemain Persita saya dilatih oleh Benny Dollo, pelatih asal Sulut. Jadi waktu diminta datang ke Sulut melatih para calon pelatih sepak bola lisensi D saya sangat antusias. Saya sangat senang bisa berada di sini (Sulut, red). Antusiasmenya luar biasa terutama pelatih-pelatih di sini,” ujar Mahruzar Nasution saat diwawancarai di sesi praktek di Inspire Academy Arena.

KJS BANJIR PUJIAN
Kiprah Klub KJS ini mendapat apresiasi warga. Banyak warga yang memuji langkah KJS melakukan terobosan dengan menggelar kursus ini setelah sebelumnya menjadi peserta Liga 4 Sulut dan membangun sebuah SSB. Apalagi dalam menggelar kursus ini KJS tidak bergantung pada bantuan dana pemerintah malah menggunakan dana sendiri.
Bagi warga apa yang dilakukan KJS tidak hanya ikut membaantu mengembangkan sepak bola di Sulut dan meningkatkan kuantitas dan kualitas pelatih di daerah kita ini tetapi juga menjadi contoh yang baik bagi klub-klub yang lain. Jumlah 30 calon pelatih berlisensi D yang ikut kursus tersebut bagi warga merupakan jumlah yang banyak.
“Bayangkan jika ini rutin dilakukan KJS dan klub-klub lain di Sulut juga demikian maka Sulut akan kebanjiran pelatih-pelatih hebat kelak. KJS patut dicontohi klub lain,” ujar sejumlah warga yang ditemui terpisah.
Pujian pun datang dari sang Coach Educator Mahruzar Nasution. “Luar biasa KJS. Walau merupakan sebuah klub liga 4 di Sulut tapi sudah mampu menggelar kursus pelatih lisensi D. Apalagi pakai uang sendiri. Salut,” puji Mahruzar. (*/Simon)












