Klub Klabat XIII Jaya Sakti Gelar Kursus Pelatih Sepak Bola Lisensi D PSSI

Didukung Penuh PSSI Sulut, Diikuti 30 peserta

Kursus Calon Pelatih Lisensi D yang digelar KJS di Inspire Academy Arena Minut.

MINUT, JP – Berangkat dari keterpanggilan mulia untuk melahirkan pelatih-pelatih yang berkualitas dalam membangun fondasi sepak bola yang kuat di Provinsi Sulawesi Utara serta memaknai HUT Ke-7 yang jatuh tepat pada tanggal 5 Oktober 2026, Klub Klabat XIII Jaya Sakti menggelar kegiatan kursus pelatih sepak bola Lisensi D PSSI yang berlangsung selama 6 hari di Inspire Academy Matungkas, Kabupaten Minahasa Utara, mulai Senin (28/09/2026) sampai Sabtu (03/10/2026).

Data yang dihimpun jejakpublik.com, ini adalah yang pertama kalinya di Sulut kursus pelatih berlisensi resmi dilaksanakan oleh sebuah klub sepak bola di Sulut. Karena biasanya selama ini kegiatan tersebut selalu dilakukan oleh PSSI Sulut. Hebatnya lagi, klub yang tercatat sebagai peserta Liga 4 Sulut.

Peserta yang hadir dalam kursus tersebut berjumlah 30 orang. Kebanyakan dari perwakilan Sekolah Sepak Bola (SSB) yang ada di Sulut, yang mana Jaya Sakti Football Academy (JASFA) yang walau belum lama berdiri telah mengutus perwakilan terbanyak mengikuti kursus tersebut, yakni sebanyak 8 orang. Selain itu ada peserta yang berprofesi sebagai guru olahraga di sekolah. Yang mengejutkan lagi, demi mewujudkan kursus yang berkualitas ini, klub Klabat Jaya Sakti menghadirkan Mahruzar Nasution, Coach Educator berlisensi A Pro dan CE.

Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai pelatihan teknis, tetapi juga sebagai ajang transfer ilmu dan pengalaman dari praktisi kepada calon pelatih masa depan. Di mana seluruh peserta kursus kepelatihan Lisensi D ini mendapatkan materi yang mencakup teori dan praktik langsung di lapangan.

Kursus ini dilaksanakan dengan standar yang ditetapkan oleh PSSI, mengacu pada kurikulum resmi pelatihan pelatih berlisensi. Selama masa pelatihan, para peserta mendapatkan materi dari para instruktur berpengalaman serta praktik langsung yang relevan dengan kondisi pertandingan modern. Ini dimaksudkan agar semakin banyak pelatih dan guru olahraga di Sulut yang memiliki kesempatan meningkatkan kompetensinya.

Plt Ketua PSSI Sulut Arya Mahendra Sinulingga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Klabat XIII Jaya Sakti yang bersama-sama PSSI telah menggelar kursus kepelatihan ini. Ini merupakan wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) pelatih di Sulut.

Baca Juga  AKmoy: Dirgahayu Indonesiaku ke-79, Semoga Makin Bahagia, Damai dan Sejahtera Demi Indonesia Emas Minahasa Maju

“Hari ini Klabat XIII Jaya Sakti bekerjasama dengan PSSI Sulawesi Utara dalam rangka HUT Ke 7 KJS tepat pada tanggal 5 Oktober 2026. Pelaksanaan kegiatan ini selama 6 hari yakni Senin – Sabtu tanggal 28 September sampai 3 Oktober 2026. Kegiatan ini untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM pelatih di Sulut. Ketua Plt PSSI Sulut Bapak Arya Mahendra Sinulingga sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujar Direktur Teknik dan Pengembangan PSSI Sulut Moh Feranudin
mewakili Ketua Plt PSSI Sulut saat membuka secara resmi kegiatan kursus kepelatihan sepak bola Lisensi D PSSI ini.

Selain itu, lanjutnya, kegiatan ini juga untuk memberikan pengalaman langsung dalam bidang kepelatihan berbasis lisensi resmi, serta untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas pelatih sepak bola di tingkat lokal.

“Dari kursus ini para peserta diharapkan nantinya dapat menjadi motor penggerak pembinaan sepak bola di wilayah masing-masing, mampu mengimplementasikan materi yang telah didapatkan, khususnya saat kembali melatih atau melakukan pembinaan usia dini di SSBnya masing-masing,” pintanya.

Lebih jauh, Coac Fera berharap melalui program kursus pelatih sepak bola Lisensi D PSSI dapat mencetak lebih banyak pelatih berkualitas yang mampu mengasah potensi pemain muda Indonesia agar siap bersaing di tingkat nasional dan internasional.

“Kita tidak bisa berharap muncul pemain hebat tanpa pelatih yang memiliki kapasitas memadai. Kami menyampaikan komitmen PSSI Sulut untuk terus meningkatkan kualitas pelatih di seluruh kota dan kabupaten sebagai bagian dari sistem pembinaan jangka panjang,” tegasnya.

Ia juga berharap para pelatih yang mengikuti sertifikasi ini dapat menularkan ilmu yang didapatkan kepada anak didiknya.

“Dengan semakin banyak pelatih berlisensi, ekosistem sepak bola di daerah akan berkembang lebih sehat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Disebutkan Coac Fera, sapaan akrabnya, sebanyak 30 pelatih baik dari SSB maupun yang berprofesi sebagai guru ikut dalam kursus ini sehingga diharapkan pula menjadi pijakan awal lahirnya banyak pelatih berkualitas serta pemain-pemain dan sepak bola di Sulut yang hebat.

“Selesai giat kursus seluruh peserta akan mendapatkan Sertifikat Lisensi D PSSI. Kegiatan ini bekerjasama dengan PSSI Sulut dan didukung penuh Plt Ketua PSSI Sulut,” paparnya.

Baca Juga  Puan Diminta Ikuti Jejak Yasonna

Menurut Coach Fera, program lisensi pelatih merupakan pilar penting dalam membangun sepak bola lebih baik.

“Dengan pelatih berlisensi maka pola pelatihan sepak bola di segala usia akan lebih sistematis dan adaptif,” tukasnya.

Ia memastikan, program lisensi pelatih di Sulut tidak hanya berhenti tahun ini tapi juga tahun-tahun selanjutnya seperti untuk calon pelatih berlisensi C.

“Sertifikasi tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung pembinaan pemain di berbagai kelompok usia. Apalagi, PSSI mensyaratkan pelatih tim yang berlaga di kompetisi kelompok usia wajib mengantongi lisensi,” tuturnya.

Menurut Coach Fera, dengan adanya pelatihan pelatih sepakbola tersebut diharapkan SSB di Sulut tidak kekurangan pelatih berlisensi dan memiliki kemampuan manajerial yang baik agar dapat mencetak atlet sepak bola yang lebih siap dan matang dalam menghadapi event nasional dan internasional serta terwujudnya generasi atlet yang berkelanjutan.

“Bagi yang lulus nanti bersiaplah untuk terjun langsung ke masyarakat dan menjadi pelatih handal bersertifikat yang mampu memenuhi tuntutan masyarakat,” tandasnya.

“Pelatih yang telah mendapatkan lisensi D PSSI akan bertugas di lapangan untuk melatih dan mengidentifikasi talenta muda sejak usia 6-12 tahun. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat fondasi pengembangan sepak bola Indonesia dari akar rumput,” pungkasnya.

Diketahui, dalam kehidupan masyarakat, secara umum olahraga khususnya sepak bola sangat erat kaitannya dengan pembangunan. karena olahraga tidak hanya berperan dalam pembangunan sumber daya manusia tetapi juga mampu untuk membentuk karakter dan kepribadian anak bangsa. Semangat juang, pantang menyerah, bekerja sama dan berkompetisi menjadi yang terbaik merupakan unsur-unsur yang dapat diperoleh dengan berkompetisi. Prestasi olahraga lahir melalui program perencanaan yang terencana dengan baik, yang mana hal tersebut menurutnya dimulai dari usia dini, yang diwujudkan melalui program pembibitan, dan pembinaan yang terarah, berkesinambungan, serta berkelanjutan. (*/JPc)