Dua Pendeta Tewas Tertimpa Pohon, Kenyamanan di Wisata Kuliner Malalayang Disorot

Kapolsek Malalayang Kompol Franky Manus saat berada di rumah sakit melihat jenasah korban tewas tertimpa pohon di obyek wisata kuliner Malalayang

MANADO, JP- Masyarakat kota Manado dan sekitarnya menyoroti soal kenyamanan di objek wisata, kuliner pisang goreng pantai Malalayang, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

Hal ini menyusul tewasnya dua hamba Tuhan akibat tertimpa pohon tumbang di lokasi wisata tersebut, masing-masing Pendeta H Manueke (48) dan Pendeta Stevanus Lamongi (58) yang juga sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sedangkan satu hamba Tuhan lainnya yang menjadi korban luka-luka adalah Pendeta Yarnes Tamera (37), pada Jumat (21/06/2019), pukul 20.00 Wita.

Peristiwa tersebut mengundang keprihatinan dari maayarakat. Mereka pun menyoroti kenyamanan di obyek wisata yang paling digandrungi masyarakat ini.

Baca Juga  Horeee, 1,2 Juta Vaksin Sinovac Sudah Tiba di Indonesia, Tahap Kedua Menyusul

Seperti yang dikemukakan Christian Sondakh, warga Pineleng.

“Ini menjasi perhatian Pemerintah kota Manado. Harus ciptakan keamanan dan kenyamanan di semua obyek wisata,” ujarnya.

Pria yang mengaku sering mengunjungi obyek wisata ini meminta Pemkot Manado untuk mengurangi pohon yang ada di lokasi tersebut.

“Terutama yang sudah tua. Saya melihat ada beberapa pohon yang audah layak ditebang dan sibuat peremajaan. Jangan tunggu terjadi insiden baru bereaksi. Harus dilakukan langkah antisipasi sejak dini,” tukasnya.

Senada dengan itu, Kapolsek Malalayang Kompol Franky Manus mengatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat mengenai kejadian ini.

Baca Juga  Kepercayaan Masyarakat terhadap Kejaksaan Naik Peringkat 4, Jaksa Agung: Jangan Pernah Nodai Kepercayaan Masyarakat

“Kami akan usulkan untuk pengurangan pepohonan yang sudah mulai tua. Jangan sampai ada korban lagi. (JPc)