HomeBeritaBerita Utama

Jelang Pelantikan Presiden dan Wapres, KWI Serukan Kewaspadaan

Jelang Pelantikan Presiden dan Wapres, KWI Serukan Kewaspadaan

JAKARTA, JP- Pelantikan Ir H. Joko Widodo (Jokowi) dan K.H. Ma’ruf Amin menjadi Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) periode 2019-2024 oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat ( MPR), Minggu (20/10/2019) siang.

Terkait hal ini, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) telah mengeluarkan seruan kepada seluruh umat Katolik se-Indonesia untuk selalu waspada.

Seruan ini tertuang dalam surat dari KWI yang ditandatangani oleh Mgr Vincentius Sensi Potokota selaku Ketua dan Romo PC Siswantoko Pr sebagai Sekretaris, tertanggal 17 Oktober 2019, yang ditujukan kepada para Ketua Komisi Kerawam di masing-masing keuskupan di Indonesia.

Baca Juga  Dukung Pemerintah Akselerasi KBLBB, PLN Siapkan Infrastruktur Penunjang Kendaraan Listrik

Poin pertama dalam surat tersebut, KWI mengajak umat Katolik untuk bersyukur atas keberhasilan bangsa Indonesia dalam menghidupi nimao-nilai demokrasi sehingga Pemilu boleh berjalan dengan baik dan melahirkan pemimpin baru.

“Kita juga berdoa semoga Tuhan senantiasa menjaga dan melindungi Presiden dan Wapres terpilih dalam menjalankan tugas swlanjitnya,” ujar KWI dalam suratnya tersebut.

Poin kedua dalam surat tersebut, KWI mengingatkan peristiwa kekerasan yang terjadi jelang pelantikan yakni penikaman Menkopolhukam Wiranto dan penangkapan terduga teroris oleh aparat kepolisian.

“Maka kita perlu waspada dan melakukan tindakan antisipatif,” pinta KWI.

Baca Juga  Lonceng Gereja Katolik Berbunyi Selama Tiga Menit, Ada Apa?

Apalagi, lanjutnya, pelantikan Presiden dan Wapres pada hari Minggu di mana umat Kristiani beribadah di Gereja.

“Kita semua yakin dengan rasa aman yang diberikan aparat TNI/Polri, tapi tidak ada salahnya juga kita secara intern turut menjaga kita, misalnya memastikan lingkungan Gereja kita dalam kondisi aman, dengan mencegah dan atau mewaspadai kehadiran orang yang mencurigakan, memaksimalkan satuan pengamanan dan petugas gereja yang lain, koordinasi dengan aparat keamanan setempat, mengupdate nomor-nomor telepon untuk emergency, mengaktifkan CCTV jika ada,” tandas KWI. (JPc)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0