HomeBerita

Kenang Pesan Sang Ayah, Jusak Kereh: Saya Bangga Jadi Orang Minahasa

Kenang Pesan Sang Ayah, Jusak Kereh: Saya Bangga Jadi Orang Minahasa

MINAHASA, JP – Momen penuh rahmat dialami bakal calon Bupati Minahasa DR. DR. Jusak Kereh, SH., MH., MTh., bersama keluarganya, Kamis (02/05/2024). Pasalnya, hari ini pengusaha kaliber yang menyandang gelar Doktor Hukum dan Doktor Teologi ini genap berusia 62 tahun.

Anak dari pasangan Arend Daniel Kereh Waworuntu dari Langowan dan Telly Sumesey – Wong dari Bantik – Chinese Kotamobagu dan suami dari Sulistijanti Wahyuningsih SE ini mensyukurinya berkat kado kehidupan dari Tuhan ini bersama keluarga.

Dan di momen spesial ini, Jusak yang maju bersama calon Wakil Bupati Minahasa Audy Karamoy di Pilkada Minahasa tahun 2024 ini, menuangkan perasaan bangganya menjadi orang Minahasa dalam tulisannya yang dikirim ke jejakpublik.com berikut ini:

TERLAHIR dari seorang Ayah, Arend Daniel Kereh (papi), beretnis Minahasa asli, yang dari logat dan cara bertuturnya serta buah pikirnya, terefleksi jelas keetnisannya yang jika ditelusuri lebih jauh, ya memang beliau berlatar keluarga besar KEREH-WAWORUNTU, Tou Noongan-Tou Langowan, ya Tou Minahasa Tulen.

Keminahasaan dalam keluarga kami sangatlah kental, karena mungkin selain papi saya yang sangat Minahasa, juga karena sebagian besar kehidupan keluarga kami dihabiskan di tanah Toar Lumimuut ini.

Sejak usia 20-an tahun saya harus meningalkan keluarga serta teman-teman masa kecil dan remaja, dan teman seorganisasi seni dan pecinta alam Repsal Indonesia, untuk merantau dan mengadu nasib di tanah orang.

Baca Juga  Sebut Minahasa Belum Maju dan Tondano Masih Terkebelakang, Ketua KCC Berharap Audy Karamoy Diusung Gerindra dan Memenangi Pilkada

Namun perkataan papi pada saat makan malam keluarga yang sederhana di gubuk kami, di sebuah desa di Minahasa, tetap ada di pikiran, di hati dan terus mengiang di telinga saya,

“Nak, inga, ngana musti bangga jadi orang minahasa, karena penjajah-pun taruh orang Minahasa pada posisi yang baik, itu karena tingkat berpikir orang Minahasa yang berada diatas rata-rata. Angko lia jo, dorang dari desa tapi mereka berusaha tetap ba skolah, bahkan ada yang sampe di Blanda”.

Dengan tatapan mata yang serius dia menambahkan, “torang orang Minahasa memiliki sifat tolong menolong yang sangat tinggi, takut akan Tuhan, ramah tamah, namun militan dalam membela tanah dan daerahnya.

Satu saat nanti angko akan mangarti keunggulan tanah dan orang-orang di daerah asalmu ini.” Tambah papi dengan penuh semangat, sambil mengunyah ubi kayu dan ikan roa saos rica.

Tahun 1994, untuk kali yang pertama sejak merantau, saya menginjakkan kembali kaki saya di tanah Minahasa, atas tugas dari kantor pusat BANK CIMB NIAGA (dahulu Lippobank) bagian dari group perusahaan konglomerasi nasional.

Saya datang sebagai Projek manager untuk mendirikan cabang bank ini di kota Manado. Cabang Manado adalah satu dari 22 cabang yang saya dirikan di berbagai kota di Indonesia.

Cabang ini saya rintis sampai beroperasi, dan kemudian menjadi kepala cabang pertama disitu (lokasi saat ini, di depan Plaza Manado).

Baca Juga  Likupang Duathlon Siap Menghentak, Begini Kata Bupati Joune Ganda

Menikmati keindahan tanah leluhur, tanah Minahasa tidaklah lama, karena saya harus kembali pada keluarga dan tugas selaku pimpinan salah satu cabang Bank tersebut di Jakarta Selatan.

Sesudah berkarier di bank ini, saya melanjutkan untuk membangun lini bisnis pribadi kami di Jakarta dan pulau jawa.

Tuhan mempertemukan saya dengan tulang rusuk saya di kota Solo Jawa Tengah, dia seorang wanita apa adanya dari keluarga pengusaha. Pada tahun 1998, kami berdua memilih untuk hijrah dari Jakarta dan menetap di Manado, di tanah Toar Lumimuut, untuk membesarkan kedua buah hati kami.

Dan, kerinduan saya untuk pulang kampung bersama keluarga tercinta, terobati. Soal makanan, istri saya dan anak-anak kami, kadang-kadang lebih Minahasa dari saya.

Di tanah inilah, kami mulai membangun beberapa usaha yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat di tanah Minahasa, diantaranya membeli atau pengumpul hasil bumi cengkeh, jagung bahkan membuat perkebunan jagung dengan sistem plasma dengan masyarakat setempat, pabrik minyak atsiri dan lain-lain.

Hasil para petani Sulut, kami eksport keluar negeri, maupun menyalurkan ke pabrik pakan ternak besar serta pengumpul cengkeh besar di pulau Jawa (keluarga istri). Kami juga membeli ikan tuna (fresh tuna) hasil para nelayan Sulut untuk di eksport ke Jepang.

Kami berpikir bahwa masyarakat daerah ini memerlukan sarana dibidang informasi media eletronik, maka tentunya dengan ijin Tuhan kami membangun beberapa perusahaan media di Sulawesi utara diantaranya, TV Manado (TVM), Pacific TV, Radio Manado FM, Manadonews.com, dan Kompas TV Manado.

Baca Juga  Dukung Pernyataan Ketua Dewan Pers, Saleh: Jangan Lagi Ada Pemda Yang Masih Menuntut Syarat Verifikasi dari Media

Sayapun bangga bisa menimbah ilmu serta menyelesaikan studi ilmu hukum saya sampai strata terakhir, di Universitas kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara, Universitas Samratulangi Manado.

Namun, dari kesemuanya itu ada satu hal yang harus saya akui yaitu, bahwa ada perasaan yang berbeda pada saat saya menginjakkan kaki kembali di kota Manado, dan saat berbuat sesuatu bagi tanah dan masyarakat di daerah asal saya ini, dibandingkan dengan tempat atau kota-kota dan daerah lain yang pernah saya datangi, baik itu di Indonesia maupun mancanegara.

“Nak, inga, ngana musti bangga jadi orang Minahasa…” Kata-kata itu bukan hanya mengiang dan membakar semangat kecintaan saya akan tanah leluhurku, tapi hal itu telah menjadi fakta yang tak terbantahkan dalam diri saya, bahwa daerah ini, Minahasa ini, adalah daerah yang di berkati Tuhan.

Apakah api kecintaan ini karena saya adalah orang Minahasa? Entahlah,
tapi yang pasti, Saya bangga Menjadi Minahasa. Tinggal, bagaimana kita mengelola karunia dan rahmat Tuhan yang luar biasa ini.

Happy Birthday Pak Jusak Kereh. Masyarakat merindukan kepemimpinanmu menuju Minahasa Baru, yang Maju dan Sejahtera! (*/Simon)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0