Keren! Siswa SMA Negeri 7 Manado Olah Sisa Sampah MBG Jadi Sabun Cair, Bukti Sekolah Sarat Inovasi

Kepala Sekolah SMAN 7 Manado Dr. Hanny William Rawung SS., M.Hum., bersama para guru memperlihatkan dan mempraktekan inovasi sekolahnya menghasilkan sabun cair dari sisa sampah MBG di sekolahnya.

MANADO, JP – Jika banyak pihak masih sibuk mempersoalkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), SMA Negeri 7 Manado justru berhasil melahirkan sebuah inovasi baru dari sisa sampah MBG. Para siswa dari sekolah berprestasi ini berhasil mengolah sisa sampah dari MBG menjadi sesuatu yang berguna baik di lingkungan sekolah maupun bagi banyak orang di luar sekolah.

Hebatnya, inovasi ini tidak menggunakan biaya besar, tetapi dari hal sederhana yang dapat menghasilkan produk multiguna, sekaligus menjaga lingkungan sekolah memanfaatkan sisa MBG dijadikan eco enzyme dan turunannya.

Dan salah satu turunan eco enzyme yang dihasilkan siswa SMAN 7 Manado adalah sabun cair. Produk sabun cair yang berjumlah puluhan botol ini akan digunakan di lingkungan sekolah tersebut.

Adapun inovasi kelompok siswa ektrakulikuker riset ini berawal dari kepedulian terhadap pengelolaan sampah di lingkungan sekolah SMAN 7 Manado, khususnya sampah organik MBG yang dihasilkan tiap hari. Alhasil produk ini sangat mudah dimanfaatkan masyarakat.

Informasi yang diperoleh jejakpublik.com, sisa sampah organik MBG di sekolah SMAN 7 Manado kemudian diolah para siswa melalui proses fermentasi anaerob atau kedap udara, sehingga menghasilkan eco enzyme sebagai bahan dasar pembuatan sabun cuci. Penggunaan bahan alami tersebut membuat sabun cair yang dihasilkan aman digunakan, seperti untuk mencuci tangan, peralatan makan, kamar mandi dan wc dan sebagainya. Selain itu, produk ini juga diklaim lebih ramah lingkungan karena diproses secara alami tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Dan pengolahan sampah MBG memang tidak bisa dilakukan seorang diri melainkan kerjasama antar siswa SMAN 7 Manado serta menanamkan perilaku siswa ramah lingkungan dalam hidup sehari-hari.

Baca Juga  Bertemu di Valentine Day, Airlangga dan Surya Paloh Bahas Koalisi 2024

Memang belum banyak produk ini dihasilkan siswa SMAN 7 Manado. Namun setidaknya ini adalah sebuah terobosan para siswa sekaligus menjadi langkah baik bagi para siswa untuk terbiasa mengolah sampah menjadi sesuatu yang bernilai.

Sejauh ini produk sabun cair yang merupakan turunan eco enzyme ini belum dipasarkan secara luas lantaran masih dalam tahap pengembangan. Tentunya jika dipasarkan maka masih harus mempertimbangkan proses perizinan termasuk izin BPOM serta penentuan harga jual yang sesuai.

Namun demikian produk ini menjadi bukti bahwa pengolaan sampah di SMAN 7 Manado sudah berjalan ke arah yang tepat terutama melalui kebiasaan memilah sampah sejak dini di lingkungan sekolah serta menjadi bukti sekolah ini berprestasi dan sarat dengan inovasi. Dan ini bukti siswa yang di sekolah tidak hanya belajar tapi juga bisa berinovasi yang berdampak baik dan bermanfaat di lingkungan seolah maupun bagi masyarakat.

Kepala Sekolah SMAN 7 Manado Dr. Hanny William Rawung SS., M.Hum., sangat mengapresiasi lahirnya inovasi yang dihasilkan anak didiknya ini.

“SMA Negeri 7 Manado memiliki inovasi menggunakan sisa-sisa MBG dijadikan eco enzyme. Dan salah satu turunan eco enzyme yang kami hasilkan adalah membuat sabun cair.
Ini adalah sabun cair yang dihasilkan dari produk turunan eco enzyme sudah bisa digunakan siapa saja terlebih dalam lingkungan sekolah,” ujar Rawung didampingi para guru SMAN 7 Manado sambil mempraktekannya mencuci tangan dengan sabun cair turunan dari eco enzyme, hasil inovasi sekolahnya. (Simon)