MINUT, JP – Meski baru setahun terbentuk, namun Coach Club, sebuah komunitas pelatih-pelatih lokal di Sulawesi Utara langsung bergerak melakukan sebuah terobosan hebat dengan menggelar sejumlah program brilian yang sangat penting dan strategis untuk kemajuan sepak bola di Sulawesi Utara.
Di mana Coach Club yang digagas oleh sejumlah pelatih lokal ini resmi menggelar program bertajuk “Coaching Education”, yang berlangsung selama dua hari, Kamis – Jumat (23-24 /07/2026). Dan ini merupakan yang pertama kali terjadi di Sulawesi Utara.

Kegiatan yang berlangsung di gedung Inspire Academy Matungkas, Kabupaten Minahasa Utara ini menekankan tentang football physical training methods atau metode latihan fisik sepak bola. Istilah ini merujuk pada cara, teknik, atau program latihan yang dirancang khusus oleh para pelatih untuk meningkatkan kebugaran, kekuatan, kelincahan, dan daya tahan tubuh pemain sepak bola di lapangan.
Pantauan jejakpublik.com, kegiatan ini diikuti oleh 21 pelatih sepak bola yang berasal dari sejumlah klub dan Sekolah Sepak Bola (SSB) di Sulawesi Utara, baik yang sudah berlisensi D dan C AFC maupun ada yang belum berlisensi AFC. Diantaranya Klabat XIII Jaya Sakti, Kawanua Football Skill Center, Persminsel, Inspire Academy, MUFA, Armada Kema FC, PS Matahida Matahit, PSMU, Tanawangko Junior, dan Jaya Sakti Football Academy yang mengutus peserta terbanyak dengan 7 pelatih. Juga ikut serta program ini salah seorang guru dari SMAN 1 Manado Abdi Marian Palili yang berlisensi C AFC.

Hebatnya, dalam kegiatan ini Coach Club menghadirkan Dr. Kartono Pramdhan M.Pd., selaku Dosen STKIP Pasundan Cimahi, Provinsi Jawa Barat, yang juga adalah seorang Coach Educator PSSI yang berpengalaman dan memiliki lisensi A Pro AFC.
Ada sejumlah materi yang diajarkan Kartono diantaranya edurance in football atau soal daya tahan tubuh selama aktivitas main bermain sepak bola 90 menit tanpa penurunan performa, speed in football atau kemampuan pemain untuk bergerak secepat mungkin di atas lapangan, coaching prosess atau proses melatih dengan menggunakan sejumlah motode, dan tactical trendy yang merujuk padaa gaya bermain atau strategi baru yang sedang populer dan dinilai paling efektif yang ditiru oleh pelatih top.

Menariknya, dalam sesi pemberian materi ini, Coach Kartono sesekali menampilkan video teknik bermain beberapa tim sepak bola saat pertandingan piala dunia 2026 yang baru lewat. Juga ia memberikan kesepatan kepada para peserta untuk bertanya atau menceritakan pengalaman mereka selama berlatih termasuk masalah-masalah yang dialami di lapangan dan dijawab tuntas oleh Coach Kartono.
Bahkan pria asal Bandung Jawa Barat ini menampilkan dan mengajari metode-metode baru dan sedang tren dalam kepelatihan modern. Tak pelak suasana kegiatan ini begitu hidup dan para peserta mendapatkan banyak ilmu melatih sepak bola yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya.
Yang tak kalah menariknya, kegiatan coaching education ini tak cuma sampai pada teori atau pemberian materi dalam ruangan saja. Para peserta juga dibekali ilmu kepelatihannya pada sesi latihan di lapangan Inspire Academy Arena dengan melibatkan sejumlah pemain dari klub Klabat XIII Jaya Sakti dan beberapa pemain Inspire Academy U-14. Tak pelak, pemberian teori dan sesi latihan ini menambah wawasan dan kemampuan kepelatihan para peserta
“Bagi saya coaching education sangat penting untuk peningkatan kualitas seorang pelatih. Peningkatan kapasitas pelatih merupakan pondasi penting untuk melahirkan pemain-pemain berbakat di masa mendatang. Karenanya saya sangat salut dengan terobosan hebat dari Coach Club,” ujar Coach Kartono.

Kegiatan coaching education atau pendidikan kepelatihan ini berjalan sukses dan disambut antusias peserta.
Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan berharap ke depannya akan terus digelar.
“Saya sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan coaching edication yang sangat bermanfaat ini bagi kami dalam mengembangkan kualitas kepelatihan kami. Dalam dua hari ini kami tidak hanya diingatkan kembali apa yang sudah kami lakukan sebagai pelatih di klub kami tapi juga kami mendapat banyak ilmu baru yang memperkaya pemahaman dan metode kepelatihan kami. Apalagi tidak hanya ilmu yang kami dapakan tetapi praktek di lapangan. Ini sangat luar biasa, terima kasih kepada Coach Club. Apa yang kami dapakan akan kami terapkan di klub kami masingmasing,” tukas Coach Marcelino Sandy Polii, pelatih klub MUFA berlisensi C mewakili para peserta.

Sedangkan Coach Vendry Rorimpandey selaku Coach Persminsel berlisensi C yang ikut kegiatan ini mengapresiasi kepedulian yang diberikan Coach Club dalam meningkatkan kualitas kepelatihan para pelatih di Sulut.
“Tapi jujur ini sangat menampar wajah saya. Karena kami pelatih Sulut diajarkan oleh dua putra terbaik asal Jawa Barat Coach Fera dan Coach Kartono yang berkontribusi besar untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia pelatih-pelatih dan kemajuan sepak bola di Sulut. Dan kami bersyukur bisa mengikuti kegiatan coaching education ini. Terima kasih banyak Coach Fera dan Coach Kartono,” ucap Venry Rorimpande salah satu peserta.

Sementara itu, Ketua Coach Club M. Feranudin mengatakan kegiatan ini sekaligus memaknai HUT pertama dari Coach Club yang digagas dan dibentuk oleh sejumlah pelatih pada setahun yang lalu untuk menghimpun para pelatih di Sulut dan meningkatkan kualitas kepelatihan mereka.
“Melalui kegiatan ini kami dari Coach Club sedang bergerak menyiapkan sumber daya manusia pelatih sepak bola yang unggul sekaligus mendorong peningkatan kualitas sepak bola Indonesia secara berkelanjutan mengingat banyaknya SSB yang terbentuk di Sulut,” ujar Coach Fera, sapaan akrabnya sekaligus merupakan salah satu penggagas terbentuknya Coach Club ini.

Selain itu, lanjut Coach Fera yang juga merupakan Pelatih Kepala klub Klabat XIII Jaya Sakti ini, kegiatan coaching education juga merupakan sebuah bentuk sumbangsi Coach Club untuk mendukung program PSSI Sulut dalam meningkatkan kualitas pelatih dan sepak bola di Sulut
“Dan harus diingat bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tapi investasi jangka panjang. Coach Club ingin membentuk pelatih-pelatih di Sulut yang andal di lapangan demi membangun masa depan sepak bola Sulut bahkan Indonesia,” paparnya.
Direktur Teknik dan Pengembangan Jaya Sakti Football Academy (JASFA) yang bermarkas di Makodam XIII/Merdeka ini menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk mencetak pelatih-pelatih berkualitas yang mampu menjalankan program pengembangan sepak bola usia dini sesuai dengan kurikulum dan standar pelatihan PSSI.
“Ini sebuah investasi yang sangat baik. Dan kami percaya, melalui investasi terstruktur kepada para pelatih, target ini semakin realistis untuk dicapai,” tandas Coach Fera didampingi Coach Toto Budiyanto, salah satu penggagas terbentuknya Coach Club.
Senada juga disampaikan Coach Edwin Umbas, pelatih berlisensi A AFC yang juga merupakan salah satu penggagas terbentuknya Coach Club ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan sebuah langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kepelatihan sepak bola.
“Saya pikir kegiatan coaching education ini baru pertama kali digelar di Sulut. Sangat luar biasa kiprah Coach Club walau baru satu tahun. Saya berharap semakin banyak pelatih sepak bola di Sulut terutama pelatih-pelatih SSB di Sulut masuk dalam keanggotaan Coach Club sehingga bisa mengikuti kegiatan-kegiatan yang berkualitas untuk meningkatkan kualitas kepelatihannya sekaligus kemajuan klub yang ditanganinya,” kata Edwin putra kawanua yang pernah melatih klub Malut United U-20 ini.
Di penutupan kegiatan ini baik Coach Fera, Coach Kartono maupun Coach Edwin menitip satu pesan penting kepada para peserta agar kegiatan mengasa kemampuan melatih tidak hanya berhenti di kegiatan coaching education ini.
“Sepak bola itu kompleks sehingga para pelatih sepak bola harus terus berlatih meningkatkan kualitas baik ilmu maupun praktek di lapangan. Jangan berhenti di sini (kegiatan coaching education, red),” ajak ketiganya senada. (JPc)












