Datang jauh-jauh dari Sulteng demi Ikut Kursus Kepelatihan Lisensi D di Minut, Sarmin Butudoka Ternyata Seorang Tenaga Kesehatan

Siap Bengun SSB demi Lahirkan Pesepakbola Profesional

Coach Sarmin R. Butudoka peserta dari Sulteng mengikuti kursus kepelatihan Lisensi D PSSI dan foto bersama Coach Educator Mahruzar Nasution, para Asisten Educator, Managemen KJS serta 29 calon pelatih Lisensi D PSSI di Inspire Academy Minut.

MINUT, JP – Namanya sudah cinta sepak bola mau profesi apapun dan jarak perjalanan yang jauh pun bukan masalah. Itulah yang dilakukan Sarmin R. Butudoka, S.KM., satu dari 30 pelatih sepak bola yang mengikuti kegiatan kursus kepelatihan Lisensi D PSSI yang digelar klub Klabat XIII Jaya Sakti(KJS), yang berlangsung selama 5 hari di Inspire Academy Matungkas, Kabupaten Minahasa Utara, mulai Senin (28/09/2026) sampai Jumat (02/10/2026) ini.

Sarmin-sapaan akrabnya saat ditemui di sela-sela kursus tersebut membuat pernyataan yang cukup mengejutkan. Dia menjadi satu-satunya peserta yang berasal dari luar Provinsi Sulawesi Utara.

Ya, Sarmin berasal dari Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Ia nekat menempuh jarak yang cukup jauh serta menyeberangi batas provinsi demi mengikuti kursus tersebut. Bahkan ia rela meninggalkan kesibukannya di Buol demi mendapatkan selembar sertifikat Pelatih Lisensi D PSSI. Itu dia lakukan demi mengembangkan sepak bola di tanah kelahirannya yang banyak anak-anak yang suka bola namun belum ada Sekolah Sepak Bola (SSB) dan belum ada pelatih berlisensi D.

“Di antara seluruh peserta, saya merasa sangat bersyukur sekaligus bangga karena menjadi satu-satunya wakil dari Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Buol, yang berkesempatan mengikuti Pelatihan Lisensi D PSSI,” ujar Sarmin saat diwawancarai jejakpublik.com, Jumat (01/10/2026).

Ia pun menceritakan kondisi sepak bola di daerahnya yang mendorong dia untuk ikut dalam kursus tersebut.

“Saya memang datang dari Buol Sulteng. Di sana belum ada SSB dan pelatih lisensi D tapi banyak anak-anak di sana yanah suka bermain bola. Sehingga begitu dapat info ada kursus kepelatihan lisensi D di Minut Sulut, saya memutuskan datang dan ikut,” bebernya.

Ia mengaku menempuh jarak yang cukup jauh serta menyeberangi batas provinsi tidak sedikit pun menyurutkan langkah dan semangatnya. Terlebih lagi, pelatihan ini dihadiri oleh sosok Coach Educator luar biasa, Coach Mahruzar Nasution, seorang pelatih berpengalaman yang pernah menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia U-19 serta pelatih kepala PSMS Medan.

Baca Juga  Ketua Pansel KPK Bakal jadi Jaksa Agung?

“Mendapat ilmu langsung dari beliau merupakan kesempatan berharga yang tidak ingin saya sia-siakan,” ucapnya.

Yang menariknya lagi dan cukup mengejutkan, Sarmin mengaku profesinya adalah seorang tenaga kesehatan (Nakes)

“Saya seorang tenaga kesehatan (Nakes) di bidang Kesehatan Masyarakat yang berasal dari Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah,” ucapnya.

Ia mengatakan meski latar belakang profesi saya berada di dunia kesehatan masyarakat, kecintaan mendalam terhadap sepak bola adalah alasan kuat yang mendorong saya melangkah sejauh ini.

“Saya percaya bahwa kesehatan dan olahraga berjalan berdampingan. Dari sinilah tumbuh tekad yang kuat dalam diri saya untuk berkontribusi nyata dalam mengembangkan sepak bola di tingkat paling dasar, khususnya pada pembinaan usia dini di daerah asal saya,” jelasnya.

Lalu apa kesan yang Sarmin dapatkan selama mengikuti kursus kepelatihan tersebut.

“Kesan saya adalah pengalaman mengikuti pelatihan di Inspire Academy ini sungguh luar biasa. Di sini saya tidak hanya mendapatkan materi taktik dan teori kepelatihan yang berbobot dari Coach Mahruzar Nasution beserta Asisten Coach Educator Coach Edwin Umbas dan Novry Siby, tetapi juga menemukan keluarga baru sesama pecinta sepak bola. Kehangatan panitia Klabat XIII Jaya Sakti dan PSSI Sulawesi Utara membuat jarak jauh dari Buol terasa tak berarti,” tukasnya.

Baginya pelatihan ini membuka mata saya betapa pentingnya pemahaman dasar sepak bola yang benar untuk dicurahkan kepada anak-anak usia dini.

“Pesan saya profesi atau latar belakang apa pun tidak boleh menjadi penghalang untuk mengejar passion dan memberi kebermanfaatan bagi masyarakat,” tandasnya.

Baca Juga  Terpanggil Menjadi Wakil Rakyat Sulut di Senayan, Yerry Tawalujan Langsung Banjir Dukungan: Dari Mantan Kapolda, Tokoh Agama Hingga Ormas

Sarmin tak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada klub KJS yang telah menggelar kursus tersebut dan mengapresiasi setinggi-tingginya karena menjadi satu-satunya klub yang bisa melakukan kursus tersebut.

“Saya juga berterima kasih dan mengapresiasi Coach Educator Coach Mahruzar Nasution beserta Asisten Coach Edwin Umbas dan Novry Siby atas didikannya selama lima hari. Terima kasih dan apresiasi juga saya sampaikan kepada PSSI Sulut dalam hal ini Plt Ketua Bapak Arya Mahendra Sinulingga serta Direktur Teknik dan Pengembangan PSSI Sulut Moh Feranudin serta managemen KJS yang sukses menyelenggarakan kursus ini,” tuturnya.

Lalu apa tekad Sarmin setelah mengikuti kursus kepelatihan ini dan menjadi pelatih Lisensi D PSSI? Ia berjanji akan mengembangkan sepak bola di Buol dengan membentuk SSB dan menerapkan ilmu yang sudah dia dapatkan dari kursus tersebut agar bisa ikut melahirkan pesepakbola-pesepakbola profesional.

“Kepada anak-anak muda di Buol dan Sulawesi Tengah, mari terus bermimpi dan mengasah potensi demi menjadi seorang pemain profesional kelak. Untuk perkembangan sepak bola daerah, mari kita mulai dari bawah, membina usia dini dengan ilmu, kedisiplinan, dan rasa cinta terhadap permainan ini. Semoga ilmu yang saya dapatkan dari Minahasa Utara ini bisa menjadi benih baik bagi kemajuan sepak bola di Kabupaten Buol,” pungkasnya. (*/Simon)