HomeBeritaBerita Utama

Kembalikan Pin Emas, Begini Harga Pin Kuningan yang Dipakai Jurani

Kembalikan Pin Emas, Begini Harga Pin Kuningan yang Dipakai Jurani

MANADO, JP- Anggota DPRD kota Manado Jurani Rurubua SST dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), resmi mengembalikan Pin emas kepada negara, Selasa (27/08/2019) pukul 14.00 Wita.

Pin emas tersebut diterima Sekretaris DPRD (Sekwan) kota Manado, Steven Donald Rende di ruang kerjanya.

“Hari ini (Selasa, red) tepat jam 2 siang saya mengembalikan Pin emas kepada Sekwan Kota Manado dan Pak Sekwan menerima dengan senang hati,” ujarnya kepada wartawan.

Setelah menyerahkan Pin emas tersebut, Jurani mengaku telah menggantikannya dengan Pin yang terbuat dari kuningan.

Lalu berapa harga Pin kuningan milik Jurani jika dibanding harga dari Pin emas yang disiapkan negara?

Baca Juga  Usung ESG, PLN Sinergikan Program Bersama Kejaksaan Tinggi Gorontalo

“Saya mengembalikan Pin emas yang harganya ditaksir berkisar 10 juta rupiah lebih dan menggantinya dengan Pin kuningan seharga Rp 10 ribu rupiah,” paparnya.

Diakui Jurani, Pin Emas memang untuk Anggota DPRD di kota Manado hanya pinjam pakai. Namun demikian dirinya tetap mengembalikannya sebagai bentuk komitmen partainya dalam rangka efektivitas dan efisiensi anggaran, yang sesuai data anggaran untuk Pin emas 40 Anggota DPRD kota Manado mencapai lebih dari Rp 500.000.000.

“Paska pengembalian Pin emas ini, PSI akan berjuang untuk mengawal aturan agar tidak ada lagi anggaran berlebihan yang digunakan untuk hal-hal yang tidak substansial,” jelasnya.

Baca Juga  Diserunduk Mobil Saat Duduk di Atas Motor, Warga Titiwungen Tewas di Tempat

Menurut Jurani, partainya telah menghimbau kepada kadernya yang menjadi Anggota DPRD di seluruh Indonesia agar mengembalikan Pin emas.

“Menurut kami Pin emas yang dianggarkan untuk beberapa Anggota DPRD Kabupaten/Kota dan Provinsi adalah bentuk pemborosan dan inefisiensi anggaran,” katanya.

Dikatakan Jurani, pengadaan Pin emas ini jelas tidak memiliki pijakan argumentasi yang jelas dalam berbagai aspek.

“Pin emas jelas tidak ada hubungan sama sekali dengan kinerja. Apalah arti Pin emas jika hasil kerjanya ternyata ‘berkarat’. Pin emas terbukti tidak menjadi ukuran bahwa para wakil rakyat tersebut bisa bekerja lebih baik,” tukasnya.

Baca Juga  Wakajati Buka Sosialisasi Aplikasi RPL Wilayah Kejati Sulut

Lanjut Jurani, gerakan ini adalah langkah awal untuk menggalang partisipasi publik dan mendorong kesadaran anggota DPR RI dan DPRD untuk sensitif dan peka terhadap pemborosan anggaran publik.

“Kami PSI mengajak kepada wakil rakyat di seluruh Indonesia untuk menunjukkan kinerja emas untuk kepentingan rakyat,” ajaknya.

Tonaas Ekonomi DPP Laskar Manguni Indonesia (LMI) ini tak menampik jika kesetiaannya mengikuti keputusan partainya pasti akan melahirkan pro dan kontra. Namun bagi dia dan partainya, untuk kepentingan rakyat, dirinya siap berjuang.

“Pin boleh karatan, tapi kinerja dan pengabdian pada kepentingan rakyat dan bangsa ini tidak boleh berkarat,” tandasnya. (JPc)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0