HomeBerita

Komitmen Audy Karamoy, Bangun Minahasa Tidak Hanya Andalkan APBD

Komitmen Audy Karamoy, Bangun Minahasa Tidak Hanya Andalkan APBD

FOTO: Audy Karamoy saat memaparkan visi, misi dan program sebagai calon bupati Minahasa dihadapan seluruh ketua PAC, Organisasi Sayap dan pengurus DPC Minahasa di Tondano belum lama ini.

MANAHASA, JP – Tak dipungkiri tidak banyak kepala daerah yang berpikir untuk mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung iklim investasi di daerahnya, tapi justru dihabiskan, tanpa dimanfaatkan untuk mencari sumber pendapatan baru sehingga membuat daerahnya tidak mengalami kemajuan.

Karena itu Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia (RI) telah menghimbau kepada para kepala daerah baik gubernur, walikota maupun bupati agar tidak lagi hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam membangun infrastruktur daerah.

Himbauan kedua kementerian ini didukung penuh bakal calon bupati (cabup) Minahasa Audy Karamoy.

“Saya mendukung penuh himbauan dari Kemendagri dan Kementrian Keuangan RI yang meminta seluruh kepala daerah untuk tidak hanya mengandalkan APBD,” ujarnya.

Baca Juga  Ketua Golkar Minahasa Prihatin Nasib Guru dan ASN di Minahasa

Diakui politisi Partai Gerindra yang akrab dengan inisial AKmoy ini, APBD Minahasa terbilang kecil dan terbatas sehingga dibutuhkan sumber-sumber pendapatan yang sah.

“Harus memperbanyak sumber-sumber pendapatan yang sah, salah satunya dengan menarik investor ke daerah kita,” katanya.

Karena itu, calon kuat bupati Minahasa dari partai besutan Prabowo Subianto ini berkomitmen akan merealisasikan himbauan Kemendagri dan Kemenkeu RI tersebut dengan mendatangkan investor di tanah Toar Lumimuut ketika nanti dipercaya menjabat sebagai bupati Minahasa.

“Investasi menjadi kunci untuk meningkatkan perekonomian daerah. Karena itu jika Tuhan mengijinkan dan rakyat menghendaki saya menjadi bupati Minahasa, maka saya akan menghadirkan banyak investor untuk melakukan investasi di Minahasa,” jelasnya.

Hal tersebut, lanjut sosok low profile, peduli dan merakyat ini, akan membuat daerah Minahasa mampu membangun banyak infrastruktur yang dibutuhkan di daerah kita agar maju dan berkembang. Selain itu, menurut Audy Karamoy, upaya menghadirkan swastanisasi dalam pembangunan akan membuat daerah kita memiliki daya tahan karena pendapatannya berlebih jika sewaktu-waktu perekonomian global maupun nasional terguncang.

Baca Juga  Kopi Arabika Minahasa Masuk Proses Penerbitan Sertifikat Indikasi Geografis

“Suatu daerah tidak akan bisa maju jika hanya mengandalkan APBD. Karena APBD kita terbatas sehingga membutuhkan investasi. Ini akan memudahkan pemerintah membangun banyak infrastruktur yang dibutuhkan daerah sekaligus memberikan daya tahan daerah di tengah persoalan dunia,” jelasnya.

Komitmen Audy Karamoy menghadirkan banyak investor di Minahasa bukan sekedar isapan jempol. Status dan pengalamannya sebagai seorang kontraktor besar sekaligus menjadikannya pengusaha sukses tentu membuat sosok yang telah banyak berbuat untuk Minahasa ini, memiliki banyak jaringan investor di Indonesia dan luar negeri. Apalagi ia pernah menduduki jabatan tertinggi pada sejumlah organisasi pengusaha di Sulut diantaranya sebagai Ketua Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional (GABPEKNAS) Provinsi Sulut tahun 2005 – 2010, Sekertaris Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional (GAPENSI) tahun 1995-2000 dan beberapa organisasi pengusaha lainnya.

Baca Juga  Hadiri Pengucapan, Dua Legislator Sulut Ini Berboncengan Pakai Motor

Selain itu, sebagai kader Partai Gerindra Audy Karamoy meyakini akan memiliki akses yang lebih mudah ke pusat, mengingat Presiden RI yang akan dilantik di bulan Oktober 2024 adalah Prabowo Subianto yang tak lain adalah Ketua Umum Partai Gerindra dan juga putra berdarah Minahasa sehingga sinergitas pusat dan daerah akan terbangun dengan sangat baik, salah satunya mendatangkan investor-investor besar di Minahasa.

“Mengandalkan APBD jelas tak cukup. Harus didorong partisipasi pihak swasta tentu dengan semangat mempercepat ketersediaan infrastruktur,” jelasnya.

“Kita harus menunjang investasi di Minahasa agar menjadi daerah yang terdepan dalam pembangunan. Tanpa investasi, tidak pernah daerah kita akan melompat tinggi menjadi kabupaten yang maju dan berkembang,” tandas Tou Tondano ini. (Simon)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0