HomeBeritaBerita Utama

Pimpin LMI Hadang PN Manado Eksekusi GPdI Anugerah, Pdt Hanny: Saya Siap Mati demi Gereja!

Pimpin LMI Hadang PN Manado Eksekusi GPdI Anugerah, Pdt Hanny: Saya Siap Mati demi Gereja!

MANADO, JP- Untuk kesekian kalinya Tonaas Wangko Laskar Manguni Indonesia (LMI) Pendeta Hanny Pantouw STh menunjukan komirmennya menolak eksekusi bangunan gereja di Indonesia.

Seperti yang akan terjadi pagi ini di kota Manado. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Anugerah Kelurahan Malalayang Satu Timur Lingkungan VI Kecamatan Malalayang kota Manado, kompleks Air Panas Jalan Kayu Bulan akan dieksekusi Pengadilan Negeri Manado, Kamis (07/06/2019) pagi pukul 09.00 Wita.

Terkait hal ini, Pdt Hanny menyatakan dirinya dan dan LMI sudah siap berada di garis terdepan untuk menghadang sekaligus menggagalkan eksekusi gereja tersebut.

“Pada prinsipnya LMI menolak keras eksekusi terhadap rumah ibadah. Karena itu saya dan LMI sudah siap menghadang dan menggagalkan rencana Pengadilan Negeri Manado mengeksekusi bangunan GPdI Anugerah Malalayang,” ujarnya.

GPdI Anugerah Kelurahan Malalayang Satu Timur Lingkungan VI Kecamatan Malalayang kota Manado.


Bahkan demi menggagalkan eksekusi Gereja ini Pdt Hanny menyatakan diri siap mati demi menjaga Gereja.

Baca Juga  DKPP Talaud Semangati Para Petani

“Siapapun yang ingin mengeksekusi Gereja GPdI Malalayang siap berhadapan dengan kami. Saya akan berada digaris depan untuk menggagalkan eksekusi ini. Dan saya siap mati demi Gereja,” tegasnya.

Dan saat ini satu persatu personel LMI berdatangan ke Mabes LMI di Jalan Sea Malalayang dan akan bersama-sama menuju lokasi eksekusi tersebut.

“Saya yang akan pimpin langsung pasukan untuk menggagalkan eksekusi dari pihak pengadilan,” tandasnya.

Diketahui, Fransisca Chika Lembong dalam akun facebooknya mengungkapkan Gereja merek yaknj GPdI Anugerah Kelurahan Malalayang Satu Timur akan dieksekusi Pengadilan Negeri Manado, pagi ini pukul 09.00 Wita.

Baca Juga  Salurkan Sembako di Minahasa, AGBA PGRI Minta Mahasiswa Patuhi Protokol Kesehatan

Dalam akun facebooknya, Fransisca Chika Lembong meminta keadilan. Ia memohon pertolongan kepada Gubernur Sulut, Walikota Manado, TNI Polri, Masyarakat Sulut, Ormas Minahasa, LSM Tou Minahasa untuk mendengarkan jeritan jemaat GPdI Anugerah Malalayang 1 Timur.

Fransisca Chika Lembong mengaku pihaknya memiliki surat lengkap dan gereja mereka sudah berdiri lebih dari 10 tahun dengan bangunan permanen. Namun tiba-tiba mereka mendapat surat Gereja mereka mau dieksekusi.

Berikut ini tulisan di akun facebook Fransisca Chika Lembong:

“KAMI MINTA KEADILAN”
GEREJA KAMI MAU DI BONGKAR..

((GPDI ANUGERAH MALALAYANG 1 TIMUR ,KOMPLEKS AIR PANAS JALAN KAYU BULAN ))

Baca Juga  Keluarkan Pergub Nomor 8/2020, Gubernur Siap Penuhi Kebutuhan Warga Sulut

KAMI MINTA TOLONG KEPADA PEMERINTA SULUT (GUBERNUR ,WALIKOTA , TNI POLRI , MASYARAKAT SULUT,, ORMAS MINAHASA , LSM TOU MINAHASA..)

KAMI PUNYA SURAT LENGKAP,,
GEREJA KAMI SUDAH KURANG LEBIH 10 TAHUN DENGAN BANGUNAN GEREJA PERMANEN..
TAPI TIBA2 KAMI DAPAT SURAT GEREJA KAMI MAU DI EKSEKUSI ,,

APAKAH GEREJA DI MINAHASA BISA DI BONGKAR???
(EKSEKUSI BESOK 08 AGUSTUS 2019
JAM 9 PAGI )
JERITAN KAMI JEMAAT GPDI ANUGERAH MALALAYANG 1 TIMUR😭😭😭😭😭😭😭😭

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0