HomeBeritaBerita Utama

Sudah 76 Kasus Kebakaran, Manado Layak Masuk Zona Merah

Sudah 76 Kasus Kebakaran, Manado Layak Masuk Zona Merah

MANADO, JP- Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Pemadam Kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado Herry Contra mengungkapkan peristiwa kebakaran kerap terjadi di kota Manado. Bahkan baru setengah perjalanan bulan September, tercatat sudah terjadi 76 kasus kebakaran di kota Manado.

“Di bulan September ini meski baru pertengahan bulan sudah terjadi 76 kasus kebakaran,” ungkapnya.

Menurut Contra peristiwa kebakaran beragam, entah itu kebakaran rumah, bangunan lainnya, hutan, dan lahan dan sebagainya.

“Kasus paling banyak terjadi kebakaran di Kecamatan Mapanget. Kemudian disusul Malalayang, Wanea, Tikala dan Paal Dua,” bebernya.

Baca Juga  Pengamat: Kinerja Jaksa Agung Masih Di Atas Rata-rata

Bahkan dikatakan Contra, ada yang dalam sehari bisa terjadi sampai 8 peristiwa kebakaran. Seperti yang terjadi pada Jumat (13/9) kemarin.

“Di hari Jumat kemarin saja ada delapan kasus kebakaran. Kebakaran terjadi di Kecamatan Mapanget tiga kasus, di Kecamatan Malalayang tiga kasus, dan Kecamatan Tikala dua kasus. Kebakaran rumah terjadi Kelurahan Paniki Dua Kecamatan Mapanget dan Aer Terang Kecamatan Malalayang akibat ilalang terbakar. Sisanya kebakaran lahan,” jelasnya.

Lanjut Contra, kebakaran di jalan ring road, Kelurahan Paal 4 Kecamatan Tikala itu, sebelumnya sudah pernah terjadi lokasi yang sama.

Baca Juga  ASN Dilarang Berpolitik Praktis

“Penyebabnya sama, karena masyarakat membakar lahan atau sampah tanpa dijaga. Sehingga ketika ditiup angin api menjalar dan membakar area sekitar,” katanya.

Ditegaskan Contra, dari banyaknya kasus kebakaran yang terjadi mengindikasikan Manado masuk zona merah.

“Kalau dilihat dari 76 kasus yang terjadi di bulan September, Manado sudah masuk zona merah,” tukasnya.

Contra pun mengimbau kepada masyarakat agar waspada dan tidak membakar lahan dan rumput sembarangan.

“Cuaca sekarang sangat rawan terjadi kebakaran. Jadi jangan membakar lahan dan rumput,” tandasnya. (JPc)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0