HomeBeritaBerita Utama

Tangani Ancaman Gempa Bumi, Megawati Minta BMKG Adopsi CNEC Tiongkok

Tangani Ancaman Gempa Bumi, Megawati Minta BMKG Adopsi CNEC Tiongkok

JAKARTA, JP- Bencana alam gempa bumi sering terjadi di Indonesia yang menimbulkan korban jiwa dan material yang tidak sedikit. Dibutuhkan pembenahan sistem penanganan bencana secara holistik. 

Presiden Kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri pun meminta
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geosfisika (BMKG), mengadopsi Pusat Jaringan Gempa Bumi Tiongkok atau dikenal China Network Earthquake Center (CNEC). Baginya Pemerintah Tiongkok sangat siap menyiapkan sistem mitigasi bencana.

“Kalau menurut saya, kita masih ketinggalan secara teknologi dan secara struktural. Mereka sampai bisa menempatkan detektornya itu sampai dusun. Jadi, sudah sampai segitu respons dan perhatian, yang seharusnya segera dibuat juga oleh kita,” ujar Megawati yang sempat meninjau CNEC di Beijing Tiongkok.

Baca Juga  Rakyat di Negara Ini Kibarkan Bendera Putih Di Tengah Pandemi Covid-19, Ada Apa?

Saat menerima paparan, Megawati turut dijelaskan bagaimana pemerintah Tiongkok mendeteksi bencana saat gempa bumi melanda Provinsi Sichuan beberapa tahun silam. Di mana saat gempa terjadi masyarakat diberitahu 35 detik sebelumnya.

Informasi akan terjadi bencana pun cepat disampaikan lewat televisi dan ponsel milik masyarakat. 

“Bukan berarti, kita harus selalu melihat Tiongkok. Tetapi, kan kalau hal-hal yang baik yang bisa memaksimalkan kerja, menurut saya bisa saja diadopsi. Sejauh ini, belum terlalu memadai baik dari kebijakannya, politik anggarannya maupun teknis di lapangannya,” katanya.

Baca Juga  Wujudkan Revolusi Karakter Bangsa, Kajati Hadiri Kegiatan EKSPRESI JMS 2019

Di kesempatan tersebit, Megawati juga ditunjukkan bahwa CNEC juga telah menempatkan alat lebih dari 1.000 titik untuk pengukuran seismik di berbagai wilayah rawan.

“Jadi, likuifikasi yang di Palu itu merupakan sebuah kebobolan dari kita sendiri. Tidak perlu saling menyalahkan. Kita harus selalu memperbaharui dengan sebuah kecepatan yang maksimal,” tukasnya. (JPc)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0