HomeBerita

Cuma di Sulut! Ormas Gelar Misa Paskah dan Halal Bi Halal Idul Fitri Bersamaan, Dandim Bitung Ucapkan Doa Bapa Kami Salam Maria, Bukti Sumbangsi Flobamora Sulut Untuk Toleransi Indonesia

Cuma di Sulut! Ormas Gelar Misa Paskah dan Halal Bi Halal Idul Fitri Bersamaan, Dandim Bitung Ucapkan Doa Bapa Kami Salam Maria, Bukti Sumbangsi Flobamora Sulut Untuk Toleransi Indonesia

FOTO: (Atas) Rohaniwan Katolik Pastor Innocentius CSE., saat memimpin Misa Syukur Hari Raya Paskah. (Bawah kanan) Pendeta Marthen Luter Nomtanis membawakan khotbah dalam Misa. (Bawah kiri) Wakil Imam Mesjid Ulil Albab, Kecamatan Matuari, Manembo-nembo Atas Kota Bitung, Zainuddin Kebelen membaca ayat Al qur’an.

BITUNG, JP – Sebuah momen langka dan unik serta disebut-sebut belum pernah terjadi di Indonesia bahkan mungkin di dunia, di mana dua hari raya besar keagamaan Kristen baik agama Katolik maupun Protestan dan agama Islam, disyukuri oleh sebuah organisasi masyarakat (ormas) dengan menggelar iven rohani bertajuk Perayaan Syukur Paskah dan Halal Bi Halal Idul Fitri.

Iven rohani itu terjadi di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), tepatnya di Gedung SH Sarundajang Kantor Walikota Bitung, Minggu (14/04/2024), yang digelar oleh Ormas Flobamora Sulawesi Utara, sebuah organisasi resmi berbadan hukum, yang merupakan perkumpulan dari warga perantauan, yakni warga Sulut asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan keturunannya.

Penjemputan Pastor Innocentius CSE, Pendeta Marthen Luter Nomtanis dan para sesepuh asal NTT


Yang mengejutkan, ormas ini diketahui baru berusia 2 tahun namun mampu mengelar iven rohani yang mengagumkan dan sarat pesan toleransi beragama.

Bagaimana unik dan langkanya momen perayaan syukur itu? Berikut ulasan dari jejakpublik.com yang meliput langsung iven tersebut.

Para penari tarian daerah Nagekeo di depan Kantor Walikota Bitung


Nuansa Budaya Perantauan Yang Kental

Pukul 15.00 Wita, ratusan warga terlihat memenuhi kompleks Kantor Walikota Bitung, mulai dari anak-anak, remaja, muda mudi, mahasiswa, orang dewasa hingga para lanjut usia (lansia). Yang menarik, mereka datang dengan mengenakan pakaian adat dari Provinsi NTT dengan beragam motif, baik topi, pakaian, kain sarung maupun peralatan tarian tradisional.

Sekitar pukul 16.0 Wita, di pintu masuk Kantor Walikota Bitung, telah berbaris para penari yang mengenakan pakaian adat sambil memegang alat tradisional dari Nageleo, salah satu kabupaten di NTT dan melakukan penyambutan secara adat terhadap rombongan yang terdiri dari seorang Pastor (Rohaniwan Katolik, red), Pendeta, Pengurus beberapa Masjid di Bitung dan para sesepuh tokoh masyarakat Sulut asal NTT diantaranya Sebastian Sabon Aman dan Gerardus Bagi yang adalah Dewan Penasihat DPD Flobamora Sulut, para ketua rukun, ketua DPC Kabupaten Kota dan organisasi saya Pemuda dan Mahasiswa Flobamora Sulut. Pemimpin tarian tersebut yakni Marius Mite yang juga adalah Ketua Rukun Nagekeo dengan pedang di tangan mengucapkan kata-kata dalam bahasa daerah Nagekeo menyambut kedatangan rombongan tersebut. Kemudian rombongan itu dihantar dengan tarian Nagekeo menuju ke dalam gedung SH Sarundajang.

Ketua Kerukunan Keluarga NTT Provinsi Sulawesi Tengah Agustinus Due Dopo (tengah) turut hadir dalam Perayaan Syukur Paskah dan Halal Bi Halal Idul Fitri didampingi Penasihat DPD Flobamora Sulut Gerardus Bagi.


Sementara itu di dalam gedung ini terlihat beberapa kain tradisional asal daerah-daerah di NTT menutup beberapa meja para undangan di bagian depan dan juga di meja altar dan mimbar sehinga terkesan unik, yang didekor oleh Jery Bura cs, Seksi Dekorasi Panitia.

Selanjutnya, pada Pukul 19.00 Wita, para penari ini kembali melakukan penjemputan secara adat rombongan kedua yang terdiri dari Walikota Bitung Ir Maurits Mantiri MM., Dandim 1310/ Bitung Letkol Czi. Hanif Tupen ST., MIP., Kasat Binmas Polrea Bitung AKP Rocky David SSos., mewakili Kapolres, dan Ketua Kerukunan Keluarga NTT Provinsi Sulawesi Tengah Agustinus Due Dopo. Rombongan ini didampingi para sesepuh tokoh masyarakat Sulut asal NTT dan pimpinan DPD Flobamora Sulut.

Penjemputan kepada Walikota Bitung Ir Maurits Mantiri MM., Dandim 1310/ Bitung Letkol Czi. Hanif Tupen ST., MIP., Kasat Binmas Polrea Bitung AKP Rocky David SSos., mewakili Kapolres dengan tarian Nagekeo.


Kepada Walikota Bitung, Wakil Ketua Dewan Penasihat DPD Flobamora Sulut Sebastian Sabon Aman menyampaikan ucapan selamat datang kepada Walikota Maurits dan rombongan, dilanjutkan pengalungan kain selempang adat NTT kepada walikota oleh Bendahara Panitia Stefania Antonia Kue bersama Priska Wae, lalu pemimpin tarian mengucapkan sepata dua kata dalam bahasa daerah Nagekeo. Selanjutnya, para penari menghantar rombongan walikota ini masuk ke dalam ruangan gedung SH Sarundajang. Walikota Maurits terlihat bahagia menerima sambutan hangat dan penuh antusias dari warga Sulut asal NTT dan kerurunannya yang hadir dalam gedung tersebut.

Baca Juga  Hari Ini, 4 Tim Bertarung di Babak 8 Besar Flobamora Cup

Misa Dipimpin Pastor, Khotbah oleh Pendeta

Misa Kudus dipimpin Pastor Innocentius CSE., rohaniwan Katolik asal NTT yang berkarya di Sulut saat memimpin Misa kudus.


Pukul 16.15 Wita, dilangsungkan Misa Syukur Paskah yang dirangkaikan dengan syukuran warga Sulut asal NTT dan keturunannya atas tertahbisnya 3 imam Projo asal NTT di Sulut yang berlangsung di Gereja Hati Tersuci Maria Katedral Manado, Provinsi Sulut pada Sabtu (13/04/2024).

Misa Kudus dipimpin Pastor Innocentius CSE., rohaniwan Katolik asal NTT yang berkarya di Sulut. Tak hanya berlangsung meriah tapi juga unik di mana para petugas liturgi seperti lektor, pembaca doa umat dan pembawa persembahan tampil mengenakan pakaian adat NTT.

Pembawa persembahan mengenakan pakaian adat asal NTT.


Uniknya lagi selain umat Katolik, Misa ini juga diikuti cukup banyak jemaat Protestan dan umat Muslim, yang merupakan warga Sulut asal NTT dan keturunannya.

Lalu di bagian renungan, giliran Pendeta Mathen Luter Nomtanis membawakan khotbah tentang kebangkitan Kristus dalam Misa tersebut.

Gembala Gereja Baptis Independen Indonesia yang gerejanya berlokasi di Maumbi Kabupaten Minahasa Utara, Propinsi Sulut ini dalam kotbahnya mengurai aspek teologis tentang Kebangkitan Kristus.

Pendeta Mathen Luter Nomtanis saat membawakan renungan.


Hamba Tuhan asal Timor Kupang dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum DPD Flobamora Sulut, juga mengajak warga lintas agama yang hadir untuk percaya dan bersyukur akan kebangkitan Kristus serta siap menjadi saksi Kristus.

Perayaan Ekaristi kudus ini berlangsung meriah diiringi organis Manz Maing, seorang guru di Minut asal NTT. Di penghujung Misa yang dipersiapkan dengan baik oleh Stevy Jarut dan Daniel Dandung asal Manggarai NTT ini, Pastor Innosentius mengajak seluruh warga Sulut asal NTT untuk terus bersatu, menjaga semangat persaudaraan dan kekeluargaan, dan memaknai Paskah Kebangkitan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengajak masyarakat untuk saling mengasihi dan membantu satu sama lain, memelihara silaturahmi yang baik sebagai satu keluarga besar Flobamora Sulawesi Utara.

Pembacaan Al qur’an dan Tausiyah Usai Misa

Umat muslim ikut perayaaan syukur Paskah dan Idul Fitri membaur dengan umat Kristen.


Usia Misa digelar, Wakil Imam Mesjid Ulil Albab, Kecamatan Matuari, Manembo-nembo Atas Kota Bitung, Zainuddin Kebelen naik ke atas panggung membacakan Al qur’an Surah Al Imran ayat 103-104 tentang berpegang teguh pada tali (hukum, red) Allah supaya umat jangan tercerai berai serta melantunkan nyanyian doa.

Baca Juga  8 Klub Berjibaku di Laga Terakhir Penyisian Group Flobamora Cup

Setelah itu giliran Sam Tokan selaku Wakil Ketua Mesjid Al Ihsan Dendengan Dalam Kecamatan Paal 2 Kota Manado membawakan Tausiyah.

Dalam Tauziyah tersebut, Sam Tokan menyampaikan beberapa poin penting yang merupakan makna sesunguhnya dari Hari Raya Idul Fitri serta mengajak peserta untuk selalu berkeyakinan kepada Allah agar hidup tidak menjadi sia-sia. Ia juga mengapresiasi iven rohani yang digelar Ormas Flobamora Sulut tersebut.

Wakil Ketua Mesjid Al Ihsan Dendengan Dalam Kecamatan Paal 2 Kota Manado Sam Tokan saat membawakan Tausiyah Idul Fitri.


Menurut tokoh muslim asal NTT ini, belum pernah terjadi ada ormas menggelar iven rohani bersamaan antara Syukur Paskah dan Halal Bi Halal Idul Fitri, yang memberi pesan indah tentang toleransi beragama. Dia juga menyentil soal kesamaan Sulut dan NTT sebagai provinsi dengan toleransi tinggi.

Adapun kedua tokoh muslim tersebut berasal dari Adonara Kabupaten Flores Timur Provinsi NTT.

“Aku Paskah, Engkau Idul Fitri, Kita Moderasi Beragama”

Tema Perayaan Paskah dan Halal Bi Halal Idul Fitri Flobamora Sulut.


Perayaan Syukur Paskah dan Halal Bi Halal Idul Fitri ini mengangkat tema “Aku Paskah, Engkau Idul Fitri, Kita Moderasi Beragama”. Teman ini mengandung makna tentang toleransi beragama yang masih terus diperjuangkan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini. Bahwa meskipun kita berbeda agama, merayakan hari raya besar keagamaan yang berbeda, namun kita satu dalam mewujudkan moderasi beragama, sebuah praktek hidup yang menghargai perbedaan agama sebagai sebuah kekayaan dalam hidup bersama.

“Tema perayaan ini diangkat juga untuk mengingat anggota Ormas Flobamora Sulut bukan hanya berasal dari satu agama saja melainkan berbeda agama yakni Katolik, Protestan dan Islam,” ujar Wakil Bendahara Umum DPD Flobamora Sulut Thadeus Nagur dan Gusty Toda, salah satu Wakil Ketua DPD.

Dandim Bitung Beragama Islam Lafalkan Doa Bapak Kami dan Salam Maria secara Utuh

Dandim 1310/ Bitung Letkol Czi. Hanif Tupen ST., MIP., membawakan sambutan.


Usai Misa dan Tausiyah, perayaan syukur ini dilanjutkan dengan acara ramah tamah. Yang menarik, pesan toleransi beragama pun masih terlihat di acara ini ketika Dandim 1310/ Bitung Letkol Czi. Hanif Tupen ST., MIP., membawakan sambutan. Dandim yang beragama Islam ini mengaku sejak bersekolah dia sudah diajarkan toleransi beragama.

“Waktu saya di sekolah kami diajarkan doa-doa Katolik dan Islam. Saya diajarkan doa-doa Katolik, teman-teman saya yang Katolik juga diajarkan doa agama Islam. Ini sangat indah. Guru-guru mengajarkan kami tentang toleransi beragama,” katanya.

Yang menarik dan cukup mengejutkan, di dalam sambutannya itu tokoh muslim Sulut yang juga adalah putra terbaik asal Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata Provinsi NTT ini, melafalkan secara jelas, utuh dan lancar doa Katolik “Bapak Kami” dan “Salam Maria” dihadapan Walikota Maurits yang adalah seorang Penatua GMIM, Pendeta, Pengurus Masjid dan umat muslim, para undangan, dan masyarakat yang hadir yang mayoritas Katolik dan Protestan. Tak pelak, usai melafalkan doa-doa itu seluruh hadirin memberikan aplaus panjang.

Baca Juga  Sekwan Manado: THL Habis Masa Kontrak, Gaji Tiga Bulan Dibayar Utuh

Komitmen dan Pesan Toleransi untuk Wujudkan Moderasi Beragama Indonesia

Wakil Ketua Dewan Penasihat Sebastian Sabon Aman (depan kanan) bersama masyarakat Sulut asal NTT dan keturunanya.


Ketua Umum DPD Flobamora Sulawesi Utara Simon Sili Gesimaking, SS dalam sambutannya mengatakan, toleransi beragama yang terkandung dalam perayaan syukur tersebut merupakan wujud komitmen Flobamora Sulut dan sekaligus pesan untuk Indonesia akan toleransi beragama.

“Melalui perayaan syukur Paskah dan Halal Bi Halal Idul Fitri secara bersamaan yang kami gelar ini sesungguhnya kami warga Sulut asal NTT dan keturunannya ingin menyatakan komitmen kami sekaligus memberikan pesan dari kota Bitung kepada Indonesia untuk selalu menjaga dan menghidupkan toleransi beragama,” ujarnya.

Ketua Umum DPD Flobamora Sulawesi Utara Simon Sili Gesimaking saat membawakan sambutan.


Menurut pria asal Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT ini, apa yang dilakukan ini juga untuk mendukung Program Moderasi Beragama yang digaungkan dan diperjuangkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Agama demi Indonesia yang toleran, aman dan bahagia. Apalagi, lanjutnya, NTT dan Sulut merupakan dua propinsi paling toleran di Indonesia.

“Meski warga perantauan, kami Flobamora Sulawesi Utara turut bertanggungjawab terhadap keberlangsungan toleransi beragama di Sulut dan Indonesia. Kami juga terus bersinergi mendukung program pemerintah dan TNI/Polri,” tandasnya seraya mengaku perayaan syukur ini sudah 3 kali digelar dengan nuansa yang sama yakni toleransi beragama dan budaya.

Walikota Bitung Bahagia dan Memberi Apresiasi

Walikota Bitung Ir Maurits Mantiri MM.,, saat membawakan sambutan.


Walikota Bitung Ir Maurits Mantiri MM., dalam sambutannya mengapresiasi Flobamora Sulawesi Utara yang mengangkat tema toleransi beragama di perayaan syukur seperti ini. Ia pun mengaku sangat bahagia bisa berada bersama warga Sulut asal NTT.

Dalam kesempatan itu, Walikota membeberkan program andalannya salah satunya warga bisa berobat di rumah sakit hanya dengan menggunakan KTP saja serta program sentuh tanah yang harus terus digalakkan masyarakat termasuk masyarakat Bitung asal NTT. Ia juga mengaku sudah pernah datang ke NTT dan ingin kembali berkunjung ke NTT.

“Daerahnya Indah obyek wisatanya menarik. Kapan-kapan saya ingin kembali jalan-jalan ke NTT,” pungkasnya.

“Salam Flobamora, Bae Sonde Bae Flobamora Manis dan Bae”

(Dari kanan depan) Dandim 1310/ Bitung Letkol Czi. Hanif Tupen ST., MIP., Walikota Bitung Ir Maurits Mantiri MM., Pastor Innocentius CSE., Pendeta Marther Luter Nomtanis, Kasat Binmas Polrea Bitung AKP Rocky David SSos., dan Wakil Ketua Dewan Penasihat Sebastian Sabon Aman bersama warga Sulut asal NTT san ketururunannya bergandengan tangan sambil menyanyikan lagu “Flobamora”.


Dalam acara ramah tamah yang dipandu MC Yohanes “Yafi” Abon pria asal NTT yang juga menjabat Ketua DPC Flobamora Minahasa Utara dan Enjel Jeine Rumimpunu wanita asal Minahasa bersuamikan orang NTT yang juga selaku Sekretaris Panitia ini, keduanya berulangkali mengucapkan yel-yel “Salam Flobamora Bae Sonde Bae Flobamora Manis dan Bae” (Salam Flobamora baik tidak baik Flobamora manis dan baik, red).

Yel-yel ini juga diucapkan para pembawa sambutan termasuk Walikota Maurits. Di acara ini juga dinyanyikan lagu “Flobamora” sambil bergandengan tangan untuk mengingat kampung halaman serta ditampilkannya video keren tentang wisata 4 pulau besar di NTT yang membentuk nama Flobamora yakni Flores, Sumba, Timor dan Alor, yang dikonsepkan oleh Ignatius Andri Buanglera, Ketua Mahasiswa Flobamora yang merupakan Organisasi Sayap Flobamora Sulut. Walikota dan para undangan serta warga Sulut asal NTT yang hadir terlihat antusias menyaksikan video tersebut.

Sinergitas Ormas dan Pemerintah Kota Bitung

Ketua Panitia Johny Nanggor menyampaikan laporan sekaligus ucapan terima kasih.


Di penghujung acara, Ketua Panitia Pelaksana Jhony Nanggor menekankan tentang sinergitas yang dibangun dengan Pemerintah Kota Bitung ini merupakan komitmen ormas dan kepedulian dari Walikota Maurits kepada warga Sulut asal NTT.

Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Walikota Maurits dan Pemerintah Kota Manado atas dukungannya hingga terlaksananya kegiatan ini, serta juga kerja keras dari panitia dan dukungan para donatur asal NTT dan warga Sulut asal NTT dan keturunannya.

Perayaan syukur ini diakhiri dengan foto bersama dan makan bersama serta menari bersama tarian khas NTT yang diikuti Walikota Maurits sehingga menambah antusias warga Sulut asal NTT dan keturuannnya.

Walikota Bitung Ir Maurits Mantiri MM., ikut menari Tarian Ja’i, tarian tradisional asal Bajawa, NTT.


Mereka mengaku sangat kagum dengan kesederhanaan dan kepedulian serta sikap merakyat dari Walikota Maurits, terlebih ketika mengetahui jika Walikota Maurits merupakan kepala daerah pertama yang menghadiri acara yang digelar Flobamora Sulut.

“Terima kasih banyak Pak Walikota Bitung Bapak Maurits Mantiri. Tuhan memberkati Bapak sekeluarga bersama jajaran Pemkot Bitung,” ucap warga yang hadir di acara itu.

Foto bersama di Perayaan Paskah dan Halal Bi Halal Idul Fitri Flobamora Sulut


Sedangkan Ketua Dewan Pembina, Ketua Dewan Pengawas dan Bendahara Umum DPD Flobamora Sulut masing-masing Jemmy Johannes, Gregorius Peuhulu dan Eusebius Lewokelodo yang meski berada di luar Sulut namun memberikan apresiasi kepada Walikota Bitung, para undangan, panitia dan seluruh masyarakat Sulut yang telah menyukseskan momen langka dan unik ini.

“Selamat Pesta Paskah dan Idul Fitri untuk seluruh warga Sulut asal NTT,” tandas ketiganya senada.

Yohanes “Yafi” Abon (Kanan) dan Enjel Jeine Rumimpunu tampil keren menjadi master of ceremony (mc) dalam Perayaan Paskah dan Halal Bi Halal Idul Fitri Flobamora Sulut.


Salut untuk Flobamora Sulawesi utara!(*/Tim)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0