Doa dan Berkat dari Biara Karmel untuk Oldy Koropit: Terima Kasih Tuhan

Pater Daniel OCD dan Suster Elisabeth OCD Apresiasi OJK

(ATAS) Calon Hukum Tua Desa Pineleng Dua Oldy Joke Koropit (OJK) menerima berkat Tuhan melalui Pater Daniel OCD di Biara Karmel. OJK didampingi istri Diaken Linda Gerungan dan adik Novry Koropit. (Bawah) OJK didoakan Suster Elisabeth.

TOMOHON, JP – Calon Hukum Tua Desa Pineleng Dua nomor urut 4 Oldy Joke Koropit (OJK) selalu mendahului dan mengandalkan Tuhan dalam setiap perjuangannya. Terbukti, sehari setelah ditetapkan sebagai calon Hukum Tua, Oldy bersama istri Diaken Linda Gerungan dan sang adik Novry Koropit mendatangi Biara Karmel Santa Theresia di Kakaskasen, Kota Tomohon.

Diketahui Biara Karmel adalah biara kontemplatif Katolik yang didirikan pada tahun 1949 oleh Ordo Carmelitarum Discalceatorum – OCD (Karmel Tak Berkasut) dari Belanda. Di mana biara ini menjadi tempat suci bagi para biarawati (suster, red) untuk hidup dalam doa, klausura (terpencil), dan menepi dari duniawi. Tempat ini selalu didatangi orang memohon doa dari suster-suster OCD untuk maksud tertentu, salah satunya seperti dilakukan Oldy ketika maju di Pemilihan Hukum Tua Desa Pineleng Dua.

Setibanya di Biara Karmel, Oldy dan keluarga langsung menuju ruang tamu khusus untuk menemui salah satu suster yang akan datang menemui mereka. Namun yang mengejutkan di sela-sela menunggu kedatangan suster, seorang Imam Katolik sekaligus seorang misionaris bernama Pater Daniel OCD yang kala itu tiba di Biara Karmel dan ketika melihat Oldy dan keluarga langsung datang menghampiri sehingga kemudian mereka terlibat diskusi. Perjumpaan itu terasa penuh kekeluargaan.

Yang menarik, di penghujung diskusi itu, Oldy Koropit meminta kepada Pater Daniel untuk mendoakan dan memberkati dia terkait pencalonannya menjadi Hukum Tua Desa Pineleng Dua. Permintaan Oldy langsung diiyakan Pater Daniel yang kemudian mendoakan dan memberkati Oldy dalam ruang kecil di Biara Karmel tersebut. Dengan tangan terkatup di dada dan penuh khusuk ia menerima doa dan berkat dari Tuhan melalui Pater Daniel.

“Terima kasih Pater Daniel. Ini perjumpaan yang tidak direncanakan. Saya percaya Tuhanlah yang mempertemukan saya dan Pater. Doakan saya terus Pater agar bisa menjadi pemimpin yang baik sesuai harapan Tuhan dan masyarakat. Saya dan keluarga juga akan selalu mendoakan Pater dalam tugas dan penggembalaan umat. Kapan-kapan saya mampir ke biaranya Pater,” ucap Oldy yang akrab dengan slogan “Oldy Hati Bae” dan “Melayani dengan Hati” ini.

Baca Juga  Minahasa Utara Miliki BLK Komunitas

Pernyataan Oldy Koropit ini disambut baik Pater Daniel. Ia pun berjanji akan selalu mendoakan Oldy selama pencalonannya. Bahkan Pater Daniel memuji Oldy yang selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap perjuangan. Juga ia mengapresiasi Oldy dan istri yang walau merupakan pelayan khusus di Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) tapi mau datang berdoa di Biara Karmel.

“Saya doakan selalu pak Oldy Koropit dan keluarga. Semoga Tuhan mengabulkan harapan dan niat baik pak Oldy ini,” ucap Pater Daniel.

Setelah Pater Daniel pergi, datang Suster Elisabeth menemui Oldy Koropit dan keluarga. Walau dibatasi terali besi namun perjumpaan Oldy dan keluarga dengan Suster Elisabeth begitu hangat seakan tak ada sekat yang membatasi mereka. Dengan ramah Suster Elisabeth yang sudah lanjut usia ini menyapa Oldy dan keluarga dan kemudian terlibat dalam pembicaraan penuh kekeluargaan.

“Terima kasih Suster sudah mau datang menemui saya dan keluarga. Saya benar-benar bahagia sekali bisa dapat momen yang luar biasa dan penuh rahmat ini. Apalagi mengetahui nama suster adalah Elisabeth. Kalau di Kitab Suci itu nama ini berkaitan dengan kisah kabar gembira kala Elisabeth dikunjungi Maria. Saya meyakini perjumpaan ini bukan sebuah kebetulan tapi merupakan rencana dari Tuhan saya bisa berjumpa dengan Suster Elisabeth. Semoga kelak saya benar-benar menerima kabar baik dari Tuhan yakni menjadi hukum tua,” ujar Oldy dan langsung diamini Suster Elisabeth dan istri tercinta Diaken Linda Gerungan serta sang adik Novry Koropit.

Baca Juga  Miris! 3 Petinggi PDIP Ini Ditangkap KPK Hanya dalam 10 Hari, Ada Uang Suap untuk 'Serangan Fajar'

Ia pun meminta kepada Suster Elisabeth untuk mendoakan dia saat itu juga. Atas permintaan itu Suster Elisabeth pun mendoakan Oldy dan keluarga, khususnya terkait dengan pencalonannya. Lagi-lagi Oldy dengan tangan terkatup di dada dan penuh khusuk berdoa bersama istri dan sang adik.

“Saya akan selalu mendoakan pak Oldy dan keluarga dalam doa pribadi saya dan doa bersama kami setiap hari sampai pada hari pencoblosan. Semoga harapan pak Oldy didengar dan dikabulkan Tuhan,” ujar Suster Elisabeth.

Sebelum berpisah, Oldy dan keluarga bersalaman dengan Suster Elisabeth. Terlihat Suster Elisabeth dengan senyum menjabat erat tangan Oldy, tanda support yang luar biasa dan optimisme yang tinggi untuk calon Hukum Tua ini.

“Terima kasih Tuhan atas doa dan berkat-Mu yang sangat luar biasa boleh saya terima hari ini. Semoga saya selalu tulus dan setia kepada-Mu,” tandas Oldy. (*)