HomeUncategorized

Gramedia Tak akan Tarik Buku Karya Franz Magnis Suseno

Gramedia Tak akan Tarik Buku Karya Franz Magnis Suseno

MAKASAR, JP- Meski sejumlah buku yang dijual dirazia oleh Ormas Brigade Muslim Indonesia, namun pihak PT Gramedia menyatakan tidak akan menarik buku tersebut dari penjualan.

Direktur Komunikasi Korporat Kompas Gramedia, Rusdi Amral menyatakan Gramedia menolak jika diminta mengembalikan buku-buku yang dirazia ke penerbit buku-buku yang dijual tidak melanggar hukum.

“Sepanjang tidak menyalahi peraturan, kami tidak akan mengembalikan ke penerbit,” ujar Rusdi sebagaimana dikutip dari Tirto.com.

Lebih jauh ia menyayangkan razia buku tersebut.

“Razia buku, atau pengamanan barang-barang cetakan secara sepihak, tak lagi diperbolehkan sejak keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi pada 2010. MK memutuskan pelarangan buku musti lewat proses peradilan,” jelasnya.

Baca Juga  Pengurus Perwil GBI Manado Dilantik

Rusdi menyarankan kepada para pihak yang melakukan razia buku untuk membaca buku-buku yang dirazia, bahkan jika perlu didiskusikan.

“Jika memang ditemukan isi yang mengandung ajaran Marxisme dan Leninisme, laporkan saja ke aparat hukum,” ujarnya.

Meski dirazia dan merasa dirugikan, namun menurut Rusdi, pihak Gramedia belum berpikir untuk memproses secara hukum aksi dari Brigade Muslim Indonesia tersebut.

Diketahui, baru-baru ini dunia maya dibuat geger dengan video aksi razia sejumlah buku yang dilakukan sekelompok orang yang mengatasnamakan Brigade Muslim Indonesia di Gramedia Trans Mall Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/8/2019).

Baca Juga  Mitsubishi Beri Nama Bayi Barunya Xpander, Low MPV Pesaing Avanza cs

Dalam video yang diunggah akun Instagram Media Tanah Merdeka, ormas Islam ini memberikan pernyataan sikap sembari memegang beberapa buku yang diminta untuk dikembalikan ke penerbit.

“Sedang melakukan pancarian buku buku berpaham radikal yang sebenarnya telah dilarang undang undang,” kata salah satu pria dalam video tersebut.

“Alhamdulillah kami bekerjasama dengan pihak Gramedia untuk menarik buku ini dan mengembalikan ke percetakannya. Kita sepakat bahwa Makassar harus bebas dari paham Marxisme dan Leninisme,” tambahnya.

Ada beberapa buku yang mereka perlihatkan dalam video, yakni Pemikiran Karl Marx: Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme dan Dalam Bayang-Bayang Lenin: Enam Pemikiran Marxisme dari Lenin sampai Tan Malaka. Kedua buku tersebut ditulis Franz Magnis-Suseno, penulis dan guru besar dalam bidang filsafat, juga rohaniawan Katolik. (JPc)

Baca Juga  Pemkab Sleman Sambangi Bitung

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0