HomeBeritaBerita Utama

Pelaku Tabrak Lari Depan Mantos Masih Misterius, Istri Korban Kecewa

Pelaku Tabrak Lari Depan Mantos Masih Misterius, Istri Korban Kecewa

MANADO, JP- Masih ingat kasus tabrak lari di depan Manado Town Square (Mantos) pada Minggu (28/07/2019) subuh, yang menyebabkan korban Jemry Monintja (48) warga Kelurahan Malalayang Satu, Kecamatan Malalayang, Manado meninggal dunia?

Sudah sepekan lebih pelaku tabrak lari belum juga ditemukan aparat kepolisian. Belum juga pelaku ditangkap, ayah korban mendadak menghembuskan nafas yang terakhir. Diduga sang ayah terpukul dengan kematian korban yang adalah tulang punggung keluarga.

Kepada jejakpublik.com, Mieke Lantang istri korban menumpahkan kekecewaannya terhadap kinerja aparat kepolisian karena belum menangkap pelaku.

“Sudah 8 hari sudah kepergian suami saya akibat tabrak lari. Tapi hingga saat ini pelaku belum juga berhasil di ungkap pihak kepolisian,” ungkapnya.

Ia menceritakan, Senin (05/08/2019) pihak keluarga sempat mencoba menghubungi Satlantas Polresta Manado dan jawabannya baru akan membentuk Tim Penyidik untuk proses pengungkapan kasus. Pasalnya, sepekan lalu pihak kepolisian sibuk dengan kegiatan pemecahan tiga rekor dunia selam di Teluk Manado kawasan Megamas.

Baca Juga  Malam Bakudapa di Semarang jadi Ajang Promosi Manado Fiesta

“Sepekan kejadian baru dibentuk tim, dengan alasan sibuk kegiatan pemecahan tiga rekor dunia selam. Apakah karena korban adalah warga biasa sehingga proses pengungkapan terkesan disepelehkan? Bagaimana jika korban adalah keluarga pejabat atau dari pihak terpandang? Apakah pihak terkait akan melakukan hal yg sama? Apakah pemecahan rekor selam lebih penting dari penderitaan kami?,” keluhnya.

Istri korban mengaku lebih terpukul karena mertuanya (ayah korban, red) meninggal dunia.

“Sambil menunggu kapan pelaku ditangkap, ayah kami meninggal akibat stres berat anaknya, tumpuan harapan keluarga,” paparnya.

Baca Juga  Hadiri Pertemuan Tahunan BI, Lomban Tegaskan Bitung Dukung Program Pemprov Sulut

Mieke berharap aparat kepolisian fokus menangkap pelaku.

“Semoga saja pak Kapolda Sulut dan Kapolresta Manado bisa membantu kami mempercepat proses mengungkapkan pelaku yang menabrak suami saya,” tukasnya.

Diketahui, informasi yang dihimpun menyebutkan, pelaku saat itu melaju kencang dari arah Malalayang menuju pusat kota. Sementara, korban menyeberang jalan hendak menuju kendaraannya.

Pelaku yang tak dapat mengendalikan mobilnya, tak melihat korban sedang menyeberang jalan. Alhasil mobil pelaku menghantam tubuh korban dengan kecepatan tinggi. Dari TKP, tampak korban terpental sejauh sekitar 10 meter. Sementara pelaku langsung melarikan diri.

Nahas, korban meninggal dunia tak berapa lama selang kejadian tersebut. Video korban yang terkapar juga sempat viral di media sosial. Banyak warganet yang mengutuk pelaku yang tidak bertanggung jawab. Mereka mendesak pihak kepolisian untuk segera menemukan pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Baca Juga  Kontribusi Laporan Masyarakat Morowali Percepat Upaya PLN Pulihkan Kelistrikan Imbas Cuaca Ekstrim

Pihak kepolisian lewat Kepala Satuan Lalu Lintas (Kalantas) Polresta Manado, AKP Risno Luas membenarkan kejadian tersebut dan berjanji akan bekerja keras untuk menemukan pelaku yang menabrak pejalan kaki tersebut.

Dia berharap pelaku segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Hukuman untuk pelaku tabrak lari dipastikan akan lebih berat jika tidak menyerahkan diri.

“Kami masih mencari bukti-bukti untuk menemukan pelaku. Polisi akan memeriksa CCTV yang berada di sekitar lokasi,” katanya.

Ditambahkannya, olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah dilakukan polisi untuk mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan.

“TKP sudah diperiksa. Kami tunggu hasil rekaman CCTV untuk mengungkap pelaku tabrak lari,” tandas Luas. (JPc)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0