HomeBeritaBerita Utama

Setujui Sejumlah Proyek Pariwisata di Sulut, Jokowi: Kita Dikejar oleh Turis

Setujui Sejumlah Proyek Pariwisata di Sulut, Jokowi: Kita Dikejar oleh Turis

MANADO, JP- Setelah melakukan kunjungan selama dua hari di kota Manado, Kabupaten Minut dan Kota Bitung, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama ibu negara Iriana Widodo dan sejumlah menteri kembali ke Jakarta.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw bersama sejumlah kepala daerah dan pejabat di Sulut, ikut mendampingi Jokowi hingga di bandara sebelum lepas landas.

Namun kunjungan Jokowi ini tidak berakhir sia-sia, justru mendatangkan keuntungan bagi Sulut khususnya di bidang pariwisata. Jokowi setuju dengan sejumlah proyek pariwisata yang akan dibangun di Sulut dengan menggunakan dana APBN.

Ia menargetkan perbaikan fasilitas kawasan wisata Sulut dapat selesai pada 2020.

Baca Juga  Wawali Mor Apresiasi Kiprah PMI

“Targetnya selesai tahun depan. Semuanya airport tahun depan kita tambah bangun terminal baru, kita bangun jembatan dari kota Manado menuju Pulau Lembeh, menambah beberapa hotel bintang lima, termasuk beberapa tempat yang tadi malam kami lihat di pinggir pantai ada plaza pantai di Kota Manado,” ujarnya.

Khusus Bunaken, Jokowi ingin agar kawasan wisata Taman Nasional Bunaken dapat didesain sejak awal, sehingga kegiatan pariwisata tidak mengganggu jalannya konservasi dan menambah kapal wisata bawah laut, termasuk menjawab kerinduan masyarakat akan liatrik dan air bersih.

“Yang paling penting segera direncanakan, sehingga nanti tidak berkembang seperti yang kita lihat ini, betul-betul terdesain sejak awal, mumpung belum ramai, kalau sudah ramai sulit kita mengendalikan, klaster-klasternya harus betul-betul diatur,” katanya.

Baca Juga  JAM-Pidum Setujui 16 Pengajuan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Restorative Justice

Mengapa Jokowi begitu serius membangun pariwisata di Sulut? Selain telah melihat kemajuan pariwisata Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw, Jokowi menilai tingginya kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulut.

“Ini kejar-kejaran. Kita ini dikejar oleh turis yang ingin masuk, tapi runway-nya kurang panjang, terminal airport-nya kurang gede, produknya banyak yang harus disiapkan. Ini kan kejar-kejaran, jangan sampai ditinggal oleh konsumen. Kenapa kita ke lapangan? Karena kita ingin mengejar itu, kalau biasa-biasa saja, kita mungkin tidak, ini ada keadaan luar biasa yang turis ingin masuk, tapi kita harus menyiapkan,” jelasnya.

Baca Juga  Kajati Sulut Paparkan Hasil WBK dan WBBM Dihadapan Kemenpan RB

Untuk menyelesaikan seluruh rencana pembangunan fasilitas tersebut, Presiden akan membicarakan soal tata ruang tersebut dengan para menterinya.

“Tata ruang untuk kota, untuk wilayah pariwisata, dua-duanya. Setelah ini rampung, kita akan pindah mungkin dua minggu lagi di Labuan Bajo, keadaannya sama,” tukasnya.

Anggaran pembangunan tersebut, kata Jokowi, berasal dari anggaran pemerintah pusat.

“Anggaran yang kita gunakan ini harus memberikan dampak pertumbuhan ekonomi, dampak ekonomi kepada masyarakat, kita mulai ke sana. Jadi infrastruktur betul-betul memberikan dampak terhadap investasi, dampak ekonomi, dampak kepada masyarakat,” tandasnya. (JPc)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0