HomeMinahasa Raya

PILKADA MINAHASA: Ini 9 Nama Yang Paling Sering Disebut Publik

PILKADA MINAHASA: Ini 9 Nama Yang Paling Sering Disebut Publik

MINAHASA, JP- Meski masih cukup lama namun pembicaraan seputar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Minahasa terus mengemuka di ruang publik. Teristimewa tentang nama-nama yang berpeluang maju di pesta demokrasi tersebut.

Namun dari penelusuran jejakpublik.com, sedikitnya ada 9 nama yang paling sering mencuat di perbincangan publik yang disebut-sebut berpeluang maju atau bakal diusung di Pilkada Minahasa tahun 2024, baik sebagai Calon Bupati maupun Calon Wakil Bupati.

Dari partai penguasa PDI Perjuangan, ada 4 nama paling sering disebut. Mereka adalah incumbent Bupati Minahasa Royke O. Roring (ROR) dan Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey (RD) yang juga adalah Ketua DPD II PDIP Minahasa, anggota DPRD Sulawesi Utara (Sulut) Imelda Novita Rewah (INR) dan Ketua DPRD Minahasa Glady Kandouw (GK).

Baca Juga  Astaga...Warga di Manado Terima Bantuan Kadaluarsa dari Pemerintah

Sementara di Partai Golkar, yang paling sering disebut publik, yakni Ketua DPD II Partai Golkar Minahasa Adrie Kamasi (AK), Ketua Bapilu DPD I Provinsi Sulut Jantje Wowiling Sajow (JWS) yang juga adalah mantan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa, serta Wakil Ketua DPRD Minahasa Oktesia Prisillia Runtu (OPR), yang juga adalah anak dari mantan Bupati Minahasa Stevanus Vreeke Runtu (SVR).

Di Partai NasDem, terdapat satu nama yang disebut publik yakni Jackly Sangari, yang adalah pengurus DPW Partai NasDem Sulut.

Yang menarik, muncul nama Hanny Joost Pajouw (HJP). Bendahara DPD I Partai Demokrat Sulut ini dimunculkan oleh sejumlah warga Langowan yang bekerja di Kota Manado. Maklum mantan Calon Wakil Walikota Manado ini merupakan putra asli Langowan.

Dari kiri ke kanan: (Atas) Adrie Kamasi, Robby Dondokambey dan Royke Roring, (Tengah) Jackly Sangari, Jantje Wowiling Sajow dan Gladt Kandouw. (Bawah) Imelda Rewah, Oktesia Runtu dan Hanny Pajouw.

Soal siapa yang akan diusung tergantung pada banyak faktor, diantaranya aspirasi kader dan keputusan partai politik (parpol), tingkat elektabilitas berdasarkan hasil survei, hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024, kekuatan finansial, komunikasi antar petinggi parpol dan lain sebagainya. (JPc)

Baca Juga  Radiogram Terbit, Elly Lasut - Moktar Parapaga Dilantik Esok

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0