HomePemerintahan

Sangat Berjiwa Nasionalis, Pendeta Hanny Pantouw ‘Disejajarkan’ dengan Panitia 9 Perumus Pancasila

Sangat Berjiwa Nasionalis, Pendeta Hanny Pantouw ‘Disejajarkan’ dengan Panitia 9 Perumus Pancasila

MINAHASA, JP- Sosok Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Tonaas Wangko Pendeta Hanny Pantouw STh terus mendapat pengakuan publik termasuk jajaran pemerintahan, terkait komitmen dan kepedulian yang luar biasa besar terhadap toleransi dan NKRI.

Kali ini pengakuan itu datang dari Kepala Dinas Sosial John Kapoh MSi yang hadir mewakili Bupati Minahasa pada Musyawarah Daerah (Musda) I Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Laskar Manguni Indonesia (LMI) Kabupaten Minahasa, yang berlangsung di kediaman Tonaas Wangko Pdt Hanny Pantouw, di Tateli Kecamatan Mandoalang Kabupaten Minahasa, Sabtu (20/03/2021).

(Dari kiri) Tonaas DPD LMI Minahasa Noldy Lila, Ketua Umum DPP LMI Tonaas Wangko Pdt Hannya Pantouw STh, Kadis Sosial Minahasa Drs. John Kapoh MSi, Kanit Sabara Polsek Pineleng Ipda Lui Utusan dan Ketua Panitia Musda Haji Syahrir Masloman yang juga adalah Wakil Ketua NU Kabupaten Minahasa, di acara pembukaan Musda DPD LMI Minahasa.

Pengakuan ini berawal dari sambutan Pdt Hanny di acara pembukaan Musda tersebut, yang menyentil soal komitmen toleransi dan NKRI dari Panitia 9 Perumus Pancasila.

Baca Juga  Steven Kandouw Terpilih Aklamasi Jabat Ketua Umum KONI Provinsi Sulut

“Mari kita (peserta Musda LMI, red) melihat peristiwa bersejarah di masa lalu, ketika Panitia 9 yang dibentuk untuk merumuskan Pancasila. Di mana disepakati menghapus 7 kata di Sila Pertama Pancasila dari Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya menjadi Ketuhanan yang Maha Esa walau sempat terjadi deadlock,” ungkapnya.

Ia menyebut saat itu Panitia 9 beranggotakan 8 tokoh muslim dan 1 tokoh dari Kristen yakni AA Maramis seorang tokoh asal Sulawesi Utara, Tokoh Minahasa.

“Bisa dibayangkan jika waktu itu dilakukan voting pasti 7 kata itu tidak dihapus karena hanya satu yang Kristen yaitu AA Maramis. Tapi itu tidak terjadi karena komitmen toleransi dan NKRI,” ujarnya.

Karena itu, Pdt Hanny mengajak seluruh LMI khususnya di Kabupaten Minahasa untuk selalu mengedepankan komitmen toleransi dan NKRI.

“LMI akan selalu berada di garis terdepan menjaga toleransi dan NKRI. Pancasila harga mati. Bagi yang ingin mengganti Pancasila, ingin merusak toleransi dan memecah belah NKRI kita lawan. Bersama TNI/Polri LMI siap hadapi kelompok intoleran, terorisme dan radikalisme,” tegasnya.

Tonaas DPD Manado Wens Boyangan SH., MH, bersama Ketua dan Wakil Ketua NU, MUI dan GP Ansor Kabupaten Minahasa di acara pembukaan Musda I DPD LMI Minahasa di Tateli.

Mendengar itu, Kadis Sosial Drs John Kapoh MSi, saat membawakan sambutan tak ragu mensejajarkan Pdt Hanny dengan Panitia 9 Perumus Pancasila.

Baca Juga  Tim Kesenian Sulut Ramaikan Pekan Kebudayaan Nasional

“Tadi tonaas Wnagko (Pdt Hanny Pantouw) katakan ada satu tokoh Minahasa yakni AA Maramis masuk Panitia 9 Perumus Pancasila. Bagi saya kalau Tonaas Wangko hidup waktu itu maka pasti akan masuk Panitia 9. Karena mampu berpikir dan berbuat secara nasionalis lewat kepemimpinannya sebagai Tonaas Wangko LMI. Mampu menghadirkan dan menyatuhkan denominasi agama dalam ormas LMI. Ini sangat tidak mudah, tapi Tonaas Wangko mampu dan itu sudah terbukti. Sangat berjiwa nasionalis,” puji Kapoh yang langsung disambut aplaus meriah dan teriakan I Yayat u Santi dari seluruh Anggota LMI yang hadir.

Baca Juga  Wagub Sulut: Lawan Rasisme dan Intoleransi dengan Pererat Kerukunan

Kapoh mengaku kagum dengan pengorbanan Pdt Hanny dalam mendirikan dan membesarian LMI.

“Tonaas Wangko ini sudah melanglang buana ke banyak daerah bahkan membentuk LMI sampai ke luar negeri. Ini luar biasa. Berapa banyak duit (uang, red) yang sudah dihabiskan Tonaas Wangko membangun LMI. Berapa banyak waktu yang tersita dari Tonaas Wangko untuk LMI. Dan berapa banyak kalori yang keluar mulai dari membentuk LMI, membesarkan LMI hingga mencapai goal. Sekali lagi ini luar biasa,” katanya.

Karena itu menurut Kapoh, Pemerintah Kabupaten Minahasa mengapresiasi kehadiran LMI di Kabupaten Minahasa dan berharap terus membangun sinergitas dengan Pemerintah.

“Pemerintah Kabupaten Minahasa mengapresiasi sekaligus berharap agar LMI terus menjadi jembatan bagi Pemerintah dalam menyampaikan aspirasi maayarakat dan sebaliknya membantu Pemerintah mensosialisasikan pelbagai kebijakan Pemkab Minahasa, terutama di saat pandemi Covid-19 ini,” tandasnya.

Para Tokoh Muslim di DPD Kabupaten Minahasa.

Selain peserta Musda yang terdiri dari pengurus DPP LMI dan DPD LMi Minahasa, seluruh Tonaas Walak se-Kabupaten Minahasa, serta sejumlah undangan yang hadir diantaranya, Ketua NU Kabupaten Minahasa: Safarudin Made Punggeng SE, Ketua MUI Kabupaten Minahasa: Haji Husein Assegaf, Wakil Ketua NU Kabupaten Minahasa Iskandar Lakoro SAG, Wakil Ketua NU Kabupaten Minahasa DPD Syahrir Masloman, Wakil Ketua GP Ansor Hariyanto Hunow, Kapolsek Pineleng yang diwakili Kanit Sabara Polsek Pineleng Ipda Lui Utusan serta para tokoh muslim di Minahasa. (JPc)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0