Syukuri Atas Kesetiaan, 9 Imam MSC Rayakan 25 Tahun Hidup Membiara

Teman seangkatan "awam" turut hadir dan memberikan support

Ke-9 Imam MSC Rayakan 25 Hidup Membiara.

PINELENG, JP – Perayaan 25 tahun hidup membiara (pesta perak, red) merupakan momen syukur atas kesetiaan seorang biarawan atau imam dalam menghayati kaul kebiaraan yakni kemiskinan, kemurnian, dan ketaatan selama seperempat abad.

Momen itu pun dirayakan 9 imam dari Tarekat Missionarii Sacratissimi Cordis Iesu (MSC), sebuah kongregasi religius Katolik yang disebut juga Misionaris Hati Kudus yang didirikan oleh Pater Jules Chevalier di Issoudun, Prancis, pada 8 Desember 1854 silam. Perayaan syukur ini berlangsung di Biara Skolastikat MSC Pineleng, rumah pembinaan sekaligus tempat tinggal ke-9 imam saat menjadi Frater atau calon imam.

Ke-9 imam MSC tersebut yakni Pastor Yohanes Emanuel Krobi Tobi MSC, Pastor Hubertus Berry Pareira MSC, Pastor Fransiskus Lesomar MSC, Pastor Urbanus Viktor Kanubun MSC, Pastor Johny Decky Sasambe MSC, Pastor Fransiskus Lolok MSC, Pastor Alexander Sarkol MSC, Pastor Josef Doni Srisadono MSC, dan Pastor Samuel Anak Agung Made Putrayasa MSC. Selama ini mereka bertugas di 9 tempat berbeda, baik di Sulut, di Indonesia bahkan di luar negeri di mana Tarekat MSC hadir dan berkarya.

Perayaan pesta perak hidup membiara ini diwujudkan dalam bentuk perayaan ekaristi kudus atau misa syukur yang dipimpin Uskup Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC serta dihadiri Provinsial MSC Indonesia Pastor Hironimus Ronny Dahua MSC, Superior Daerah Tarekat MSC Sulawesi, Kalimantan Timur dan Kalimatan Utara Pastor Kornelius Kuli Keban MSC, Superior Skolastikat MSC Pineleng Pastor Aldrin Amstrong Rey MSC bersama para imam selaku konselebran serta para suster, frater dan bruder serta umat Katolik dan keluarga.

Baca Juga  Lomban Hadiri Safari Natal di Kecamatan Lembeh Utara

Pastor Hubertus Berry Pareira MSC mewakili ke-8 rekan imamnya ini, menyampaikan puji syukur kepada Tuhan dan mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung karya panggilan mereka sehingga mereka tetap setia dalam jalan panggilan mereka. Meski janji setia mereka selama 25 tahun dalam Tarekat MSC bukanlah hal yang mudah. Banyak pengalaman dan tantangan yang mengasah keteguhan mereka dalam panggilan imamat. Bahkan ke-9 yubilaris ini mengaku sangat bahagia dan bersyukur kepada Tuhan karena telah menjadi bagian dari kaum biarawan.selama 25 tahun.

Sementara itu, Stefanus Fanny Nayoan yang merupakan rekan seangkatan ke-9 Imam tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada ke-9 yubilaris tersebut. Pria berambut putih yang dijuluki “Papa Ani” dari ke-9 yubilaris bersama teman-teman seangkatan lainnya yang telah berstatus “awam” ini berharap janji setia yang telah dinyatakan ini harus terus dilanjutkan dan berbuah bagi banyak orang.

“Perjalanan hidup membiara bukanlah hal yang mudah. Banyak tantangan dan pengorbanan yang harus dilalui, namun dengan keteguhan hati dan iman, panggilan tersebut dijalani dengan penuh sukacita. Momen ini adalah perayaan syukur atas penyertaan Tuhan dan kesetiaan kesembilan imam kita dalam menjalani panggilan suci ini. Mari kita berdoa untuk kesetiaan hidup membiara bagi kesembilan imam kita ini,” ucapnya.

Ko Fanny, sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa kendati dia dan teman-temannya berjalan dalam jalur yang berbeda, kami tetap bergandengan tangan, saling mendorong & meneguhkan langkah. Sebuah kemenyatuan yang rasanya tak bisa diurai dan dilepaskan.

Baca Juga  Ratusan Santri di Bolsel Diwisuda

“Teruslah maju dan tetap berfokus pada Kristus dengan hati-Nya yang Mahakudus agar hati kudus Yesus dikasihi di seluruh dunia,” ajaknya.

Ko Fanny, sapaan akrabnya menegaskan perayaan syukur 25 tahun hidup membiara ini semakin meneguhkan komitmen ke-9 yubilaris dalam panggilan mereka dalam Tarekat MSC dan pelayanan kegembalaan di tengah umat serta menjadi sumber inspirasi para imam MSC lainnya, para calon imam MSC dan bagi seluruh umat.

“Mari kita terus mendoakan para imam kita ini agar tetap kuat dan teguh serta setia dalam melaksanakan tugas panggilan mereka,” pinta pengusaha yang tinggal di Jakarta ini.

Proficiat! “Ametur Ubique Terrarum Cor Iesu Sacratissimi in Aeternum (semoga hati Kudus Yesus dikasihi di seluruh dunia selama-lamanya). (Simon)