HomeNasional

Anies dan Ganjar Sulit, Ridwan Kamil Lebih Berpeluang Dampingi Airlangga

Anies dan Ganjar Sulit, Ridwan Kamil Lebih Berpeluang Dampingi Airlangga

JAKARTA, JP- Kutak-katik kandidat calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 terus bergulir.

Satu nama yang hampir pasti maju di Pilpres adalah Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto. Pasalnya, meski Airlangga belum menyatakan sikapnya namun dukungan dari pengurus dari DPP, DPD I dan DPD II, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan serta seluruh kader Partai Golkar se-Indonesia untuk Airlangga maju sebagai Capres 2024 begitu besar.

Meski saat ini sejumlah lembaga survei merilis elektabilitas Airlangga yang terbilang masih rendah, namun hal ini bukan masalah bagi kader dan pengurus Partai Golkar.

Pasalnya, di satu sisi masih ada 3 tahun perjalanan menuju Pilpres dan elektabilitas Airlangga ini terus meningkat. Dan di sisi lain sebagai Menko Perekonomian RI, Airlangga lebih memilih fokus menangani perekonomian bangsa yang terpuruk akibat dihantam pandemi Covid-19, ketimbang sibuk melakukan pencitraan di media sosial. Dan kerja keras Airlangga telah membuahkan hasil yang baik, di mana perekonomian bangsa bangkit dan terus mendapat apresiasi dari publik.

Baca Juga  Olly Kembali Jabat Bendahara DPP PDI-P, Ini Pengurus Lengkapnya

Terlepas dari itu, Airlangga memiliki sejumlah keunggulan diantaranya memimpin partai besar di Indonesia, menjadi pemenang Pilkada Tahun 2020 secara nasional, menteri yang sangat dipercaya Presiden Jokowi serta karyanya sangat dibutuhkan Indonesia di era New Normal saat ini dan kedepannya, dan sebagainya

Nah, di sini Airlangga membutuhkan figur terbaik yang akan mendongkrak elektabilitas di Pilpres.

Sedikitnya ada 3 nama yang menjadi bidikan Partai Golkar untuk menjadi Cawapres, yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Saat ini ketiga kepala daerah tersebut memiliki elektabilitas relatif tinggi dan selalu berada dalam klasmen 4 besar hasil survei.

Namun dari 3 nama kandidat Cawapres ini, Anies terbilang sulit. Pasalnya, Anies digadang-gadang bakal maju sebagai Capres dan kemungkinan besar diusung Partai Nasdem, PKS dan Partai Demokrat berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Baca Juga  Puan Maharani Viral Lagi, Gara-gara Matikan Microphone Anggota Fraksi Demokrat Saat Interupsi Pengesahan RUU Cipta Kerja

Sementara Ganjar juga terbilang sulit. Pasalnya, Ganjar merupakan kader PDI Perjuangan sehingga diprediksi sulit menyeberang ke partai lain meskipun PDI Perjuangan bersama PKB dan Partai Gerindra hampir pasti mengusung duet Prabowo Subianto-Puan Maharani.

Berbeda dengan Anies dan Ganjar, Ridwan Kamil lebih berpeluang menjadi kandidat Cawapres pendamping Airlangga. Pasalnya, politisi yang akrab disapa Kang Emil ini tidak memiliki partai politik dan sampai saat ini tidak mendeklarasikan diri menjadi capres.

Namun sebagai kepala daerah di provinsi yang memiliki jumlah pemilih terbanyak di Indoesia sekitar 33 juta pemilih atau kurang lebih 18 persen dari pemilih se-Indonesia serta mempunyai elektabilitas yang hampir setara dengan Anies dan Ganjar.

Baca Juga  Gojukai Sulut Berjaya di Kejurnas Karate-Do Jabar, Satu Atlet Diutus ke Kejuaraan Dunia

Dan lebih dari itu, figur Kang Emil lebih diterima, baik oleh kubu pendukung Jokowi dan kubu yang tidak mendukung Jokowi. Berbeda dengan Anies dan yang diprediksi hanya didukung oleh kubu yang tidak mendukung Jokowi dan Ganjar yang cuma didukung oleh kubu pendukung Jokowi.

Meski Partai Golkar belum memenuhi syarat mengusung calon, namun duet Airlangga-Ridwan Kamil ini berpeluang didukung koalisi Partai Golkar, PAN dan PPP yang jika ditotalkan sudah memenuhi syarat mengusung calon. Dan jika PAN dan PPP berkoalisi dengan Partai Golkar maka akan meraup dukungan suara muslim. Bahkan bukan tidak mungkin duet Airlangga-Ridwan Kamil juga didukung Partai Nasdem jika Ridwan Kamil ikut dan memenangi Konvensi Capres yang akan digelar partai besutan Surya Paloh yang juga adalah mantan politisi Partai Golkar ini. (JPc)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0