HomePendidikan & Agama

Luar Biasa! Salib Suci Diarak Ribuan Legioner Legio Christi dengan Khusuk dan Tertib, Hujan Deras pun Reda

Luar Biasa! Salib Suci Diarak Ribuan Legioner Legio Christi dengan Khusuk dan Tertib, Hujan Deras pun Reda

FOTO: Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC saat memberikan arahan kepada ribuan legioner Legio Christi di apel akbar usai perarakan salib suci di kompleks Ampitheater. Terlihat Uskup Rolly didampingi Ketua Dewan Provinsial LC Keuskupan Manado F.X. Lock Kojongian bersama sejumlah Dewan Provinsial, Dewan Penasihat Awam, Pengurus Harian dan divisi-divisi.

MANADO, JP – Memaknai perayaan Salib Suci, Rabu (14/09/2022) ribuan legioner yang tergabung dalam Legio Christi (LC) Keuskupan Manado meliputi 3 provinsi masing-masing Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo turun ke jalan raya di Sulut.

Mengenakan pakaian serba hitam, para legioner ini bersama Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengarak Salib Suci Yubelium dari Rumah Keuskupan Jalan Sam Ratulangi Kelurahan Wenang Selatan Kecamatan Wenang Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara dan finis di Kompleks Ampitheater Lotta di Desa Lotta Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa.

Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC memberkati Salib Suci di acara pembukaan yang berlangsung di Rumah Keuskupan.


Setelah acara pembukaan pukul 15.00 Wita, Salib Suci Yubelium diletakan di atas mobil komando terbuka lalu di arak bergerak melintasi jalan raya Sam Ratulangi Manado dan jalan raya Manado- Tomohon

Baca Juga  Pertama Dalam Sejarah, Sore Ini Salib Suci Diarak di Jalan Raya dan Pencanangan Hari Keuskupan Manado, Malamnya Pentas Budaya

Di atas mobil komando salib suci ini dikawal sejumlah legioner bersama Uskup Rolly, dengan iring-iringan mobil polisi, 1 unit mobil tertutup milik LC, 6 unit mobil pengiring, 30 motor pengiring serta 1 unit mobil ambulance. Aparat krpolisian dari Polresta Manado ikut mengawal jalannya perarakan tersebut.

Salib suci yang diarak Legio Christi melintasi jalan raya.


Sepanjang perjalanan tersebut para legioner LC ini terlihat khusuk. Mereka berjalan sambil memanjatkan Doa Kerahiman kepada Tuhan. Tidak ada suara keras kendaraan di jalan raya, juga tidak ada yang saling mendahului. Prosisi ini menarik perhatian masyarakat dan pejalan kaki di sepanjang jalan yang dilewati.

Menariknya, sebelum bergerak hujan deras menghujani bumi nyiur melambai sehingga menimbulkan kecemasan peserta. Namun begitu hendak berjalan hujan mendadak berhenti.

Setibanya di pertigaan gerbang masuk Desa Lotta, Salib Suci Yubelium diarak dengan berjalan kaki. Para legioner yang memegang puluhan salib berukuran kecil terlihat menjadi pagar hidup sepanjang jalan yang dilintasi salib suci Yubelium, yang terdiri dari 75 salib yang memggambarkan jumlah paroki di Keuskupan Manado, 12 salib yabg mewakili semua Lembaga Hidup Bakti yang berkarya di Keuskupan Manado, serta 9 Bendera Merah Putih dan 9 bendera putih kuning yang mewakili jumlah Kevikepan di Keuskupan Manado. Umat yang menyambut terus mengucapkan doa Bapa Kami dan Salam Maria.

Legioner LC membentuk pagar hidup sambil memegang salib-salib kecil menyambut kedatangan salib suci Yubelium.


Setibanya di kompleks Ampitheater, digelar apel akbar LC. Uskup Rolly terlihat berdiri di atas mobil komando memberikan arahan kepada seluruh legioner didampingi Pengurus LC Keuskupan Manado yang terdiri dari Dewan Provinsial diantaranya F.X. Lock Kojongian selaku Koordinator bersama Pastor Marianus Toiyo Pr., dan Pastor Rein Saneba Pr., sejumlah Dewan Penasihat Awam, serta Ketua Pengurus Harian Vincentius Mamarodia bersama pengurus harian lainnya dan divisi-divisi.

Baca Juga  Koordinator Dewan Provinsial Keuskupan Manado Serahkan Mobil Komando Legio Christi

Dalam arahannya, Uskup Rolly mengapresiasi kinerja panitia dan tim kerja serta semangat dan kekompakan yang ditunjukan LC di acara pembukaan dan sepanjang perarakan Salib Suci.

“Tadi kita sudah tandai dengan perarakan dari rumah keuskupan dengan pemberkatan salib ini dan juga dengan doa kerahiman,” ujarnya.

Apel akbar Legio Christi usai perarakan di kompleks Ampitheater.


Uskup Rolly menyebut perarakan salib suci sangat luar biasa terlebih ketika hujan yang turun dengan deras mendadak reda.

“Luar biasa. Tadi waktu di sana (Rumah Keuskupan, red) hujan deras kita dengar di sini juga (Desa Lotta, red) hujan deras. Tapi mulai torang jalan hujan mulai rinte-rinte. Sehingga waktu ada cari-cari payung kita langsung lompat ke oto (mobil komando terbuka, red). Ini bagaikan hujan berkat alami yang Tuhan berikan kepada torang samua. Dan begitu perarakaan berjalan dengan iring-iringan yang dikoordinir panitia dan tin kerja,” katanya.

Kelompok 9 Bendera Merah Putih dan 9 bendera putih kuning yang mewakili jumlah Kevikepan di Keuskupan Manado.


Lanjut Uskup Rolly, sampai di pertigaan Desa Lotta hujan pun berhenti saat salib-saib kecil yang dipegang Legioner berjumlah 75 salib yang mewakili jumlah Paroki di Keuskupan Manado dan 12 Salib mewakili semua Lembaga Hidup Bakti yang berkarya di Keuskupan Manado diberkati Uskup Rolly.

Baca Juga  Viral! Risma Nginap Bareng Suster-suster Biara PRR di Larantuka, Warganet: Inilah Indonesia

“Sampai di pertigaan (Lotta, red) dan masuk ke jalan ini dorang memberi tahu dan saya merasa hujan berhenti ketika salib-salib diberkati, salib-salib 75 salib yang dipegang perwakilan paroki dan 12 salib perwakilan kongregasi tarekat ordo yang berkarya di Keuskupan Manado,” ungkapnya.

Uskup Rolly menegaskan semua yang terjadi adalah karya Tuhan yang luar biasa.

“Ini karya Tuhan yang luar biasa bagi kita sekalian. Dan ini suatu tanda bahwa Tuhan menyertai perjalanan kita,” tandasnya. (JPc)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0