HomePendidikan & Agama

Meninggal di Hari Minggu Pertama Advent, Begini Kisah Pelayanan Pastor Fion

Meninggal di Hari Minggu Pertama Advent, Begini Kisah Pelayanan Pastor Fion

MANADO, JP- Duka menyelimuti umat di Keuskupan Manado. Pastor Serafion Dianomo Pr telah menghembuskan nafasnya yang terakhir di usia ke-47 tahun, pada Hari Minggu Pertama Advent, (29/11/2020).

Pastor Fion, begitu ia disapa, seorang imam Keuskupan Manado yang ramah, lembut hati dan selalu tersenyum.

Pastor yang kerap disapa “Pastor Tampan” ini lahir di Nullion, Banggai, Sulawesi Tengah, 5 Agustus 1973.

Sebelum ditahbiskan Imam 17 tahun yang silam, tepatnya tanggal 15 Mei 2003, Pastor Fion pernah bertahun pastoral di Paroki Yesus Gembala yang Baik, Rike Manado dan bertahun diakonal sebagai “socius”, pendamping frater-frater Seminari Pineleng.

Baca Juga  Peduli Warga Kurang Mampu, Jurani Bantu Biaya Pendidikan Anak Putus Sekolah

Sesudah ditahbiskan, kakak dari Pastor Jansen Dianomo ini (Prokur Keuskupan Manado) berkarya di Paroki Kokoleh dan tinggal di Stasi Klabat.

Kemudian berturut-turut Pastor Fion diutus berkarya di Paroki Maria Pengantara Dumoga, kemudian di Paroki Kebangkitan Amurang, di mana ia juga berkarya di bidang pendidikan dan akhirnya sejak 15 Desember 2019 bertugas di Paroki Kristus Raja Toli-toli, Sulawesi Tengah.

Dua bulan silam, Pastor Fion dibawa ke Manado untuk pemeriksaan medis akibat gangguan paru-paru. Iapun menjalani operasi. Sesudah itu tinggal di Rumah Sakit Hermana, Lembean untuk memulihkan kesehatannya.

Baca Juga  Kado Pahit Awal Tahun, Guru Tak Lagi Direkrut Jadi PNS, PGRI: Diskriminatif!

Akan tetapi ternyata beberapa hari yang lalu, ia dirujuk ke Rumah Sakit Centra Medika karena mengalami penurunan kondisi dan akhirnya menghembuskan napas terakhir

Jenasah dipindah ke Rumah Sakit Hermana Lembean dan malam ini akan disemayamkan di Gereja Katedral Manado dengan memberi perhatian sepenuhnya pada Protokol Kesehatan. Info selanjutnya akan disampaikan kemudian.

Selamat jalan Pastor Fion. Terima Kasih atas cinta, perhatian, pelayananmu. Terima Kasih atas senyum, kelembutan dan kerendahan hatimu. Tuhan memberi hidup kekal penuh kebahagiaan. (*/JPc)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0