HomePolitik

Kans Menangi Pilhut, Theo Alfan Ingin Jadikan Winangun Atas Desa Percontohan, Gajinya Dibagikan ke Warga

Kans Menangi Pilhut, Theo Alfan Ingin Jadikan Winangun Atas Desa Percontohan, Gajinya Dibagikan ke Warga

MINAHASA, JP- Majunya Theo Alfan Hereanto SE., MSA., sebagai calon Hukum Tua Desa Winangun Atas periofe 2022 – 2028 pada Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Serentak se-Kabupaten Minahasa saat ini cukup mengejutkan banyak pihak. Maklum, Alfan-sapaan akrabnya diketahui merupakan seorang pengusaha muda yang sukses.

Namun ia memiliki alasan tersendiri. “Kita ingin beking bagus kampung,” ucapnya singkat saat ditemui di SS Cafe Pineleng, Jumat (22/04/2022).

Ia mengaku dirinya tumbuh besar di Desa Winangun Atas. Namun ia merasa prihatin dengan perkembangan desanya ini.

“Kita ada tumbuh besar di Winangun Atas. Tapi kita melihat tidak ada perkembangan yang berarti. Ini membuat kita terpanggil ingin membangun kampung halaman,” ujarnya

Padahal, lanjut Alfan, Desa Winangun Atas merupakan pintu gerbang Minahasa namun wajah pintu gerbang cukup memprihatinkan.

“Pintu gerbang Minahasa ada di Desa Winangun Atas. Karena itu harusnya wajah pintu gerbang harus terlihat indah dan bersih. Tidak terkesan kumuh. Tapi faktanya tidak seperti itu,” ujarnya.

Calon Hukum Tua Desa Winangun Atas Theo Alfan Herwanto (kiri) saat didoakan Pendeta Ganny Sondakh dan Pendeta Jemmy Tangkere di Gereja GMIM Klavar iPineleng.

Karena itu, motivasi dari calon Hukum Tua nomor urut 2  ini untuk maju Pilhut karena ingin memperindah pintu gerbang sehingga setiap orang lewat di pintu gerbang memiliki kesan Minahasa itu indah, bersih dan rapi ketika nantinya terpilih menjadi Hukum Tua Desa Winangun Atas.

Baca Juga  Keren! Meski Pendatang Baru dan Bukan dari Partai Besar, Dua Legislator PSI Dinilai Terbaik, Akademisi: Luar Biasa

“Ketika terpilih Hukum Tua kita akan percantik pintu gerbang. Akan dibangun gapura, pasang umbul-umbul, pasang baliho bermaterikan obyek wisata di Minahasa di llahan-lahan kosong yang ada di sekitar pintu gerbang,” ujarnya.

Selain itu, tambah Alfan, akan ditempatkan petugas kebersihan sehingga tidak ada sampah di pintu gerbang.

“Juga UMKM warga di sekitar pintu gerbang kita tata menjadi bagus. Kios-kios kita cat dan sebagainya. Dengan demikian pintu gerbang menjadi indah dan bukan tidak mungkin jadi spot wisata,” jelasnya.

Lebih jauh Alfan mengaku prihatin dengan pendapatan, pembangunan dan pemberdayaan di Desa Winangun Atas. Padahal desa ini memiliki potensi luar biasa yang jika dikelolah dengan baik maka akan mendatangkan kemajuan desa dan lesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Yakin Hasil Pemeriksaan Baik, VAP: Tuhan Menolong Saya dan Pak Hendry

“Di Winangun Atas ada perumahan elit Citraland klaster Minahasa. Juga ada beberap perusahan besar seperti Honda, Alfamart dan Indomart. Kita tidak meminta uang kepada mereka tapi kita minta pekerjaan seperti mengurus kebersihan dan akan dikelolah Bumdes dan jadi pendapatan desa. Di situ kita buka lapangan pekerjaan warga yang tidak punya pekerjakan jadi petugas keberdihan dan digaji sesuai upah minimum kabupaten,” bebernya.

Lagi menurut Alfan, krisis air bersih, ketiadaan lahan pekuburan, minim lampu jalan, masih ada rumah warga tak layak huni, terbatasnya ruang publik seperti balai desa, sarana olahraga dan sebagainya merupakan masalah-masalah di Desa Winangun Atas yang harus segera diatasi.

“Ini masalah-masalah serius karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Dan untuk menjawab ini semua tidak cukup dengan hanya mengandalkan ADD dan dana desa karena dananya terbatas Kita akan memakai jaringan dan akses yang kita miliki untuk menyelesaikan masalah-masalah itu dengan pihak swasta dan pemerintah baik di tongkat Kabupaten, provinsi bahkan pusat,’ tukasnya.

Baca Juga  Kumendong: Kalau Lantik (E2L-Mantap) Gubernur Bisa Salah

Alfan memastikan dirinya akan meningkatkan kesejahteraan perangkat desa melalui program-program yang produktif. Di sisi lain dia akan sungguh-sungguh menghadirkan tata kelolah pemerintahan yang berintegritas, profesiojal, transparan dan melayani dengan hati.

Bahkan ia memastikan ketika terpilih sepanjang kepemimpinannya sebagai Hukum Tua dirinya tidak menerima gaji.

“Jujur saja kalau saya jadi Hukum Tua saya tidak mau ambil gaji saya Itu akan saya kumpulkan selama satu tahun dan membagikannya kepada masyarakat di akhir tahun dalam bentuk sembako,” tukasnya.

Calon Hukum Tua Theo Alfan Herwanto bersama istri saat menghadiri ibadah perutusan.

Alfan menegaskan semua itu akan dia lakukan ketika terpilih menjadi Hukum Tua Desa Winangun Atas.

“Karena kita punya target besar. Kita ingin nantinya Winangun Atas jadi desa percontohan di Minahasa,” tandasnya.

Tak heran bila dalam pencoblosan yang akan berlangsung Selasa (31/05/2022) ini, Alfan pun dinilai memiliki kans besar untuk menang di Pilhut Desa Winangun Atas. (JPc)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0