Kembali Dipimpin Mor Bastian, Demokrat Sulut Komit “Satu Komando”, Signal YSK-Mor di Pilgub?

Kader: Mor PilihanTepat dan Terbaik Untuk Demokrat dan Sulut

SATU KOMANDO: (Kiri atas) Ketua Gerindra Prabowo Subianto dan Agus Harimurti Yudhoyono

MANADO, JP – Mor Dominus Bastian S.H., S.T., kembali dipercaya Ketua Umum DPP Partai Demokrat Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A. (AHY) untuk memimpin Partai Demokrat Sulut.

Melalui SK Nomor 88/SK/DPP.PD/X/2026 bulan Oktober 2026 AHY memperpanjang masa jabatan Mor sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara. Keputusan ini ditandatangani langsung oleh AHY bersama Sekretaris Jenderal Dr. Ir. H.E. Herman Khaeron, M.Si., demi kepentingan konsolidasi organisasi serta kelancaran program kerja partai di Bumi Nyiur Melambai.

Diketahui, sebelumnya Mor ditunjuk memimpin DPD Partai Demokrat Sulut pada Oktober 2025 untuk menggantikan Hilary Brigitta Lasut (HBL) yang fokus mengemban tugas nasional di DPP Partai Demokrat sebagai Kepala Badan Konstituen.

“Doakan dan jalani setiap kepercayaan yang diberikan dengan sungguh-sungguh dan penuh ikhlas. Dengan demikian maka Tuhan pasti menyertai dan memberkati kita serta membantu kita meraih kemenangan,” ucap Mor.

PILIHAN TEPAT DAN TERBAIK

Keputusan AHY memilih Mor kembali memimpin Demokrat Sulut tak.hanya disambut gembira seluruh kader berlambang bintang mercy ini. Tak ada resistensi atau penolakan dari kader terhadap keputusan AHY tersebut. Pasalnya mereka menilai Mor merupakan pilihan yang tepat dan terbaik bagi Demokrat. Di mata kader, Mor merupakan sosok yang berintegritas, rendah hati, peduli dan merakyat, sosok pemersatu yang memiliki dedikasi dan komitmen tinggi membangun partai, berpengalaman serta takut akan Tuhan.

Selain itu, di mata kader Mor adalah pemimpin yang bersih dari catatan hukum, memberi keteduhan baik bagi Demokrat. Ketulusan Mor menjadi faktor utama yang mempersatukan seluruh kader. Ia juga dianggap sebagai seorang administrator yang bersahaja. Mor bukan figur yang mengutamakan pencitraan saja dan bukan pula sosok pemimpin diktator. Apalagi didukung oleh kehidupan religius yang baik dan mendalam menjauhkan Mor dari praktek-praktek korupsi dan membentuknya sebagai pemimpin yang melayani.

Mor pemimpin yang lahir dari bawah. Karier politiknya mulai dari menjadi anggota Partai Demokrat di usia yang masih muda. Meski tidak berasal dari keluarga politisi, namun karier politiknya makin mentereng. Sejumlah jabatan penting dan strategis dipercayakan kepada Mor, mulai dari menjabat Ketua DPC Angkatan Muda Demokrat Indonesia, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Manado, Bendahara DPD Partai Demokrat Sulut dan dua kali menjabat Ketua DPD Partai Demokrat Sulut. Bahkan ia pernah menjadi anggota DPRD kota Manado lalu menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Manado dan Wakil Walikota Manado.

Mor sosok pemimpin yang setia. Dari mulai berpolitik hingga saat ini ia tetap setia berada dalam Partai Demokrat. Meski tawaran itu datang merayunya agar bisa pindah partai demi jabatan Mor tak bergeming. Kesetiaannya kepada partai berlambang bintang mercy ini tetap kokoh kuat. Pun ketika jabatannya sebagai Plt DPD Partai Demokrat Sulut berpindah ke Elly Lasut pada tahun 2021, Mor tak protes ataupun kecewa dan tidak berpindah ke partai lain. Dia bukan politisi “kutu loncat” alias berpindah atau menerima tawaran dari partai lain.

Pun saat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut tahun 2024 Mor ditunjuk partainya menjadi Ketua Tim Pemenang, ia menerima dengan taat dan dengan tulus all out berjuang memenangkan pasangan calon yang diusung Partai Demokrat Elly Engelbert Lasut – Hanny Joost Pajouw (E2L – HJP) walau sebelumnya mendadak diganti dari jabatannya sebagai Plt Ketua

“Demokrat adalah rumah saya, tempat saya belajar arti loyalitas, ketulusan, ketaatan dan pelayanan,” tegasnya.

Tak pelak, seluruh kader pun meyakini di bawah kepemimpinan Mor, Demokrat Sulut mencatat peningkatan capaian politik dan mencapai kejayaan.

CHEMISTRY “SATU KOMANDO”

Kepada kader Demokrat, Mor selalu mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintahan daerah dan bahwa Demokrat seirama dengan kepemimpinan Gubernur Sulut Mayjen (Purn) Yulius Selvanus yang akrab dengan inisial YSK. Karena baginya, kerja sama lintas partai dan pemerintah merupakan langkah nyata untuk mewujudkan Sulut yang lebih maju dan makmur.

“Kebijakan dan program-program Gubernur Mayjen Purnawirawan Yulius Selvanus yang diperuntukan bagi kepentingan rakyat Sulut harus kita dukung bersama. Kita harus ikut berpartisipasi dalam setiap upaya yang bertujuan menyejahterakan rakyat Sulut. Apa pun yang dikerjakan pemerintahan daerah di bawah kepemimpinan YSK, Demokrat akan hadir memberi dukungan penuh. Karena kita ingin Demokrat hadir sebagai mitra strategis, bukan oposisi semata. Kehadiran kita harus memberi nilai tambah bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurut Mor, keharmonisan politik yang dibangun antara Demokrat dan Pemerintah Provinsi Sulut menjadi bagian penting dari semangat pembangunan daerah yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin semua elemen berjalan bersama. Politik itu pada akhirnya soal pengabdian untuk rakyat. Selama tujuan itu sama, kami di Demokrat siap bergandengan tangan dengan pemerintah provinsi di bawah pimpinan Bapak Mayjen Purnawiraan Yulius Selvanus,” kata Mor.

Dengan kata lain Mor tidak hanya membawa Partai Demokrat kembali ke masa kejayaannya, tapi juga memastikan kepemimpinannya membawa Partai Demokrat berjalan dalam “satu komando” mendukung dan bersinergi penuh dengan pemerintahan daerah di Sulut sebagaimana instruksi AHY.

“ini juga instruksi dari Ketua Umum kami, Pak Agus Harimurti Yudhoyono, yang adalah bagian dari pemerintahan Bapak Presiden Prabowo,” tegas Mor.

Komitmen Satu Komando yang telah diinstruksikan Mor kepada seluruh kader Partai Demokrat benar-benar sejalan dengan komitmen yang sama yang selama ini digaungkan YSK. Dan hal ini menggambarkan dengan jelas bahwa meski keduanya berstatus sebagai ketua partai yang berbeda namun antara YSK dan Mor ada chemistry yang sudah lama terjalin dengan baik.

Baca Juga  Ribuan KBK Kevikepan Manado Hadiri Misa Syukur dan Defile, Pastor Revi: Jangan Berhenti Menabur Kebaikan Meski Salib Berada Dibalik Taburan

EMPAT MOMEN PENTING BERI SINYAL KUAT

1. Romantika Rakerda

Chemistry antara Mor dan YSK sudah terjalin saat gelaran Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) Sulut 2025 di Luwansa Hotel Manado, Jumat (14/11/2025) yang turut dihadiri YSK selaku Gubernur Sulut dan Pembina Partai Politik Sulut.

DI momen Rakerda ini, baik Mor maupun YSK merajut sebuah romantika yang membangun. Mor menginstruksikan para kadernya, terlebih yang duduk di eksekutif dan legislatif untuk selalu bersinergi dengan pemerintah di bawah pimpinan YSK.

“Saya menginstruksikan kepada seluruh anggota fraksi Demokrat, baik di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota, untuk berjalan dalam satu komando bergerak seirama mendukung, mengawal dan bersinergi dengan pemerintah daerah. Dukungan kami juga sejalan karena Ketua Umum kami, Pak Agus Harimurti Yudhoyono, adalah bagian dari pemerintahan Bapak Presiden Prabowo,” tegas Mor di Rakerda tersebut.

Sikap dan instruksi Mor langsung disambut gembira YSK. Bahkan ia mengaku dan berterima kasih kepada Partai Demokrat yang sangat mendukung program pemerintah daerah melalui kolaborasi dengan Fraksi Demokrat di DPRD Sulut sehingga program nya berjalan dengan baik.

YSK juga mengingatkan jalinan amat baik di tingkat pusat antara Presiden sekaligus Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinasi Infrastruktur Indonesia bersatu.

“Kalau di pusat sudah satu komando maka di Sulut pun harus satu Komando,” tegas YSK.

Penegasan ini ditangkap kader Partai Demokrat sebagai sinyal bakal berkoalisinya Demokrat dan Gerindra di Pilgub Sulut mendatang. Bahkan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron yang hadir dalam rakerda tersebut, melontarkan pernyataan menarik.

“Demokrat siap berkoalisi dengan Partai Gerindra di Pilgub Sulut,” ucapnya.

Momen romantika Rakerda ini sekaligus menghapus perseteruan kader Demokrat dan Gerindra di Pilgub Sulut 2025 lalu, di mana Demokrat mengusung Elly Lasut sebagai Cagub sementara Gerindra mengusung YSK. Tak pelak, di sela-sela romantika rakerda tersebut kader Demokrat melempar wacana menarik: “Duet jo di Pilgub (Gerindra dan Demokrat),” celutuk sejumlah kader.

2. Surat Mundur 02

Baru-baru ini publik dikejutkan dengan mundurnya Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut) Victor Mailangkay dari Partai NasDem terhitung sejak 29 September 2026. Sang 02 ini mengajukan surat pengunduran dirinya langsung ke Ketua Umum NasDem Surya Paloh beberapa waktu lalu.

Keputusan Viktor yang kala itu masih menjabat sebagai Ketua DPW Partai NasDem Sulut tersebut disampaikannya melalui surat bernomor: 01-KHUSUS MUNDUR/IX/2026 yang ditujukan kepada Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Mundurnya Viktor tersebut memang tidak mempengaruhi jabatannya di pemerintahan daerah. Dia tetap menjabat Wakil Gubernur Sulawesi Utara periode 2025–2030 mendampingi YSK.

Namun publik pun mulai bertanya-tanya bagaimana peluang Viktor di Pilgub Sulut mendatang mengingat dia sudah keluar dari Partai NasDem yang mengusung duet YSK – Victory ini. Pasalnya, Viktor kini tak lagi memiliki partai politik dan tidak lagi menjabat ketua partai, padahal itu menjadi kekuatan dan bahkan “syarat” bagi sang politisi senior untuk bisa maju di Pilgub mendatang. Dan kalaupun Viktor tetap berstatus non partai ataupun ia akhirnya menjadi kader Partai Gerindra tentu akan sangat sulit bagi Viktor kembali mendampingi YSK. Pasalnya, untuk bisa kembali memenangi Pilgub Sulut Partai Gerindra akan sulit meraih kemenangan bila mengusung kader sendiri, justru sebaliknya sangat dibutuh koalisi lintas partai. YSK dan Partai Gerindra pasti akan mencari figur baru di partai politik lainnya untuk mendampingi YSK.

3. Celetukan Prabowo

Ada momen menarik saat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan absensi satu per satu terhadap 18 gubernur yang menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di JIExpo Convention Centre, Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

‎Ketika giliran YSK, Presiden Prabowo melontarkan celetukan yang langsung memancing pujian dari para peserta yang hadir.

‎“Gagah juga kau jadi gubernur ya,” ujar Prabowo kepada Gubernur YSK.

‎Momen tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan nasional yang mempertemukan pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat akses keuangan bagi masyarakat.

Memang belum tahu pasti apa maksud Prabowo melontarkan celetukan itu ke YSK. Namun demikian jika melihatnya dari sisi Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, maka celetukan itu mengisyaratkan YSK akan kembali maju di pilgub untuk periode kedua.

4. SK 88

Tak ada nama lain yang dipilih Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pilihan putra Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini kembali diberikannya kepada Mor. Bagi AHY, Mor adalah sosok yang tepat memimpin Partai Demokrat. Keputusan AHY yang tertuang dalam SK Nomor 88/SK/DPP.PD/X/2026 tersebut juga disambut gembira seluruh kader Partai Demokrat. Sama sekali tidak ada resistensi atau penolakan atas pilihan dari ketua umum mereka tersebut.

Banyak alasan yang sudah dikemukakan di atas namun ada satu hal yang menjadi alasan AHY memilih Mor, yakni karena Mor sukses membawa Partai Demokrat tetap berada dalam satu komando mendukung, mengawal dan bersinergi dengan pemerintah daerah. Karena itulah yang menjadi instruksi AHY kepada Mor pada penunjukan pertama dirinya menjadi ketua DPD Partai Demokrat Sulut tahun lalu.

Baca Juga  Jawab Kepercayaan GSVL-Mor, Tetty Siap Lawan Pembangkang Perda

Melalui SK 88 ini AHY tentu berharap konsistensi kepemimpinan Mor ke depan yakni tetap berada dalam satu komando mendukung, mengawal dan bersinergi dengan pemerintah daerah di bawah kepemimpinan YSK yang juga adalah pilihan Prabowo untuk Sulut.

DARI DUET YSK – VICTORY MENUJU YSK – MOR?

Penunjukan Mor sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulut ini langsung dibaca publik sebagai langkah politik AHY dan Partai Demokrat dalam rangka mempersiapkan mesin partai menghadapi Pilgub Sulut nanti. Publik menilai di balik SK 88 yang diterima Mor ada pesan tersirat: Mor dipersiapkan mendampingi YSK di Pilgub mendatang.

Dan melihat komitmen Mor tetap berada dalam satu komando bersama YSK serta empat momen sebagaimana diuraikan di atas, maka sinyal duet YSK – Mor di Pilgub Sulut mendatang semakin kuat. Kata YSK – Mor mengandung dua makna yang saling berkaitan yakni di satu sisi YSK – Mor (e) artinya Yulius Selvanus sekali lagi atau Yulius Selvanus dua periode memimpin Sulut dan di sisi lain YSK – Mor artinya Yulius Selvanus dan Mor Bastian akan berduet di Pilgub Sulut mendatang. Apalagi sosok Mor dengan karakter diri dan kemampua memimpin yang dinilai terbaik oleh kader tentu akan membuat YSK lebih nyaman dan lebih sukses ke depan baik saat pencalonannya kembali di Pilgub Sulut nanti maupun saat menjalankan roda pemerintahan di periode keduanya. Figur Mor sangat ideal untuk menjadi pendamping YSK ke depan yang tidak hanya berpeluang meraih kemenangan di Pilgub Sulut tapi juga membawa Sulut pada kemajuan dan kesejahteraan.

Bukan hanya karakter yang baik, Mor juga seorang politisi dengan latar belakang pengusaha sukses. Mor meraih kesuksesan sebagai pengusaha diving resort dan pengumpul hasil bumi serta restouran sedangkan Istrinya Imelda Markus atau dilebih dikenal Ci Mei, merupakan putri dari pemilik toko kain Cemerlang, Mor merupakan putra dari pasangan Ko Leng dan Ci Annie Karibato yang dikenal dermawan serta pengusaha sukses ini. Juga politisi yang bergelar Sarjana Theologia dan Sarjana Hukum, Mor yang juga berdarah Sangihe dan Tionghoa. Ia berasal dari keluarga kaya di mana kakek dan neneknya Alm Kho Boen Pae dan Ch Bastiaan (Ida Bastiaan) serta Alm Oscar Karibato dan Alm Stien Pangalila. Dengan ini boleh dibilang Mor sudah berada pada posisi kematangan finansial yang dibutuhkan dalam pertarungan politik.

Selain itu, melihat keberadaan AHY dalam satu komando kepemimpinan Prabowo Subianto dan Partai Demokrat yang masih berada dalam koalisi bersama Partai Gerindra, maka duet YSK – Mor sepertinya tingga menunggu waktunya.

Hal lain adalah bila kita berkaca pada hasil Pilgub 2025 lalu, di mana dibandingkan dengan kabupaten kota yang lain YSK kalah telak dari calon yang diusung Partai Demokrat di kota Manado. Sementara Mor hampir seluruh hidupnya berkarya di kota Manado yang juga pernah menduduki jabatan pimpinan eksekutif dan legislatif dan Demokrat pernah berkuasa 10 tahun di kota Manado. Mengingat pemilih Pilgub Sulut terbanyak di kota Manado maka pilihan kepada Mor sebagai pendamping YSK sangatlah tepat.

Patut diingat kembali, Partai Demokrat pernah memiliki kekuatan politik yang signifikan di Sulawesi Utara (Sulut). Ada nama E.E. Mangindaan kader senior Partai Demokrat yang pernah menjabat Gubernur Sulut periode 1995-2000. Juga nama Sinyo Harry Sarundajang (SHS) kader Demokrat yang memenangi Pilgub Sulut untuk memimpin Sulut periode keduanya pada tahun 2005–2015. Juga nama Hillary Brigitta Lasut (HBL) yang meraih suara paling signifikan dibanding caleg lainnya. Dan juga bila berkaca pada hasil Pemilihan Legislatif di Sulut tahun 2024 Partai Demokrat meraih suara terbanyak kedua setelah PDIP.

Dari seluruh uraian di atas kita sampai pada sebuah kesimpulan bahwa Mor dan Partai Demokrat adalah sebuah kenyamanan buat YSK dan menjadi kekuatan besar yang akan membawa YSK untuk kembali berkuasa di periode kedua.

Mari kita nantikan sembali terus mengikuti dinamika politik di Sulut hingga Pilgub 2030 digelar. Akankah duet YSK – Victory akan beralih ke duet YSK – Mor? (*/Simon)